Sabtu, 29 November 2014
Tribunnews.com

Kemenkominfo Blokir 16 Film Innocence of Muslims

Sabtu, 15 September 2012 04:08 WIB

Kemenkominfo Blokir 16 Film Innocence of Muslims
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) berunjuk rasa di depan Kedubes Amerika Serikat, Jakarta, menentang peredaran film Innocence of Muslims, Jumat (14/9/2012). Film mengenai Nabi Muhammad SAW yang dibuat oleh warga California, Amerika Serikat, Sam Bacile, dianggap melecehkan umat Islam, dan telah memicu serangan mematikan terhadap diplomat Amerika Serikat di Libya.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hasanuddin Aco/Samuel Febrianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dikabarkan telah memblokir 16 film “Innocence of Muslims” di situs Youtube.

Beberapa kelompok Muslim menganggap film ini menghina Rasulullah Muhammad SAW.

Namun penelusuran Tribun Jakarta, Jumat (14/9/2012) sekitar pukul 14.50 hingga pukul 16.30 WIB, sejumlah cuplikan film ini masih bisa diakses di Youtube.

Beberapa pemilik akun mengunggah film tersebut namun memblokir akses untuk komentar pemirsa. Namun sejumlah tayangan masih penuh dengan komentar saling hujat di antara pengunjung situs Youtube.

Adapun, pemilik akun Innocence of Muslims Full Movie HD yang sempat mencopot versi penuh film tersebut di Youtube, Jumat WIB kembali menayangkan dengan mengganti judul film. Pengunggah pertama film itu juga menayangkan beberapa potongan film itu.

Sementara itu, Presiden Yaman, Abd-Rabbu Mansour Hadi meminta maaf kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, Kamis (13/9/2012), atas serangan masyarakat Yaman terhadap Kedutaan Besar AS di ibukota Yaman, Sanaa.

"Saya meminta maaf kepada Presiden AS, Barack Obama, dan rakyat Amerika Serikat untuk serangan agresif terhadap kedubes AS di Sanaa," ujar Hadi, dalam sebuah pernyataan, yang dikutip oleh Xinhua, Jumat (14/9/2012).

"Mereka yang melakukan serangan itu adalah massa yang tidak menyadari luas plot dari pasukan Zionis, terutama mereka yang menerbitkan film yang menghina Nabi Muhammad," lanjut Hadi.

Kementerian Dalam Negeri Yaman, mengatakan bahwa seluruh staf diplomatik dari kedutaan besar AS di Sanaa telah dievakuasi pada hari sebelumnya ke tempat yang relatif aman, dan tidak ada seorangpun yang terluka.

Namun jumlah korban tewas akibat bentrokan antara demonstran dengan pasukan keamanan Yaman, di sekitar gedung Kedutaan Besar AS naik menjadi tiga orang, sementara jumlah mereka yang terluka mencapai 30 orang. Beberapa di antaranya menderita luka tembak, dan dalam kondisi kritis.

Massa yang mengamuk, menyerbu Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS), di ibukota Yaman, Sanaa, Kamis (13/9/2012), mereka berusaha memasuki kedutaan baik dengan cara mendobrak pintu, maupun dengan memanjat tembok bangunan.

Petugas polisi Yaman yang diterjunkan untuk menenangkan massa, melepaskan tembakan gas air mata ke tengah kerumunan, namun mereka gagal membubarkan massa.

Tak beberapa lama kemudian, massa berhasil membobol masuk ke dalam kedutaan, dan membakar sejumlah kendaraan. Di antara kendaraan yang rusak adalah kendaraan lapis baja duta besar AS.

Para demonstran juga membakar bendera AS dan menggantinya dengan bendera putih bertuliskan kata-kata dalam kaligrafi Islam, "Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul-Nya."

Selain Yaman dan Libya, demonstrasi besar-besaran mengecam film tersebut juga terjadi di Mesir, Suriah, Iran, Pakistan, dan beberapa negara lainnya, termasuk India dan Malaysia. 

BACA JUGA:

Editor: Anwar Sadat Guna

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas