Senin, 22 Desember 2014
Tribunnews.com

Polisi Sita 10 Petak Sawah Jaya Komara di Kuningan

Sabtu, 15 September 2012 01:16 WIB

Polisi Sita 10 Petak Sawah Jaya Komara di Kuningan
TRIBUNNEWS.COM/ADI SUHENDI
Bos Koperasi Langit Biru, alm Jaya Komara

Laporan wartawan tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi terus menelusuri aset-aset Jaya Komara yang diduga dibeli dari uang nasabah Koperasi Langit Biru meskipun yang bersangkutan telah meninggal.

Ketika Jaya Komara meninggal, polisi saat itu tengah membawa istrinya, yang kini telah melahirkan, ke Kuningan, Jawa Barat, untuk menyita aset milik sang ustad, sekaligus pendiri Koperasi Langit Biru.

"Ada penyitaan sejumlah sawah di Kuningan, 10 petak sawah, dan ada Rp 640 juta dari polis asuransi milik almarhum," ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (14/9/2012).

Kepolisian pun masih mendalami keterlibatan pelaku lain selain istri Jaya Komara. Saat ini polisi sedang membidik pengelola Koperasi Langit Biru yang menjadi pengelola keuangannya.

Polisian juga mengimbau kepada investor atau korban Koperasi Langit Biru agar berkoordinasi melalui perwakilannya guna mengetahui perkembangan hasil penyelidikan.

"Tetap harus menunggu proses peradilan berlangsung, terkait masalah kasus-kasus ini," ujar Boy.

Bos Koperasi Langit Biru Jaya Komara ditangkap polisi Selasa (24/7/2012) sekitar pukul 17.00 WIB di sebuah hotel di Purwakarta.

Sehari sebelumnya penyidik kepolisian telah mengetahui keberadaan Jaya Komara di sebuah hotel di Kawasan Matraman, Jakarta Timur. Tetapi pada saat akan dilakukan upaya penangkapan, Jaya Komara sudah tidak ada di hotel tersebut.

Kemudian penyidik kepolisian melakukan pengembangan ke daerah Purwakarta, Jawa Barat, sampai akhirnya yang bersangkutan ditemukan petugas pada saat akan berbuka puasa.

Sebelumnya, polisi pun sudah menyita beberapa dokumen dari kantor Koperasi Langit Biru seperti kuitansi penanaman modal yang diketahui investor, dokumen dari kasir, 27 CPU dan alat-alat kantor Koperasi Langit Biru, dokumen penyertaan modal, brosur, dan satu stempel pengesahan Koperasi Langit Biru.

Selain itu, polisi masih melakukan inventarisasi korban dan perputaran uang di koperasi tersebut dan telah melakukan pemeriksaan terhadap 38 saksi.

Koperasi Langit Biru beroperasi atas dasar Akta Notaris Winda Wirata No 24 tanggal 9 April 2011, yang diterbitkan Dinas Koperasi dan UMKM Banten, 20 Juli 2011.

Tak seperti koperasi pada umumnya, KLB menawarkan investasi dengan imbalan hasil tinggi. Paket investasinya berkisar Rp 385.000-Rp 14 juta.

Imbal hasilnya mencapai 258,97 persen dalam dua tahun atau 10 persen sebulan dari nilai penyertaan. Koperasi tersebut memutar uang nasabah di usaha broker daging.

Koperasi tersebut sebelumnya mengaku telah menjaring 115.000 investor dengan dana yang terkumpul di atas Rp 500 miliar, tetapi pada kenyataannya keuntungan yang dijanjikan koperasi tersebut kepada para anggotanya tak kunjung dibayarkan, bahkan uang yang disetorkannya pun raib.

KLIK JUGA:

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Anwar Sadat Guna

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas