• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 30 Juli 2014
Tribunnews.com

KPK dan Polri Tolak Boikot Pajak

Senin, 17 September 2012 22:17 WIB
KPK dan Polri Tolak Boikot Pajak
Ilustrasi penerimaan pajak

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Qodir

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri menolak seruan Nahdlatul Ulama (NU) agar masyarakat memboikot pembayaran pajak.

Wakil Ketua KPK, Zulkarnain, menyatakan, seruan tersebut akan menggangu kehidupan masyarakat. "Kepentingan publik nanti akan terganggu," kata Zulkarnain di gedung DPR, Jakarta, Senin (17/9/2012).

Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Sutarman, menyatakan, pengelolaan negara tidak bisa berjalan tanpa ada pajak. "Tidak bisa itu. Karena negara ini tidak akan hidup tanpa pajak," ujar Sutarman.

Seruan boikot bayar pajak muncul dalam Munas NU yang digelar di Cirebon.

Dalam pidatonya, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj menyatakan bahwa wacana itu bertujuan untuk mendorong pengelolaan keuangan negara agar lebih baik.

Menurut Said Aqil, Islam tidak mewajibkan umatnya untuk membayar pajak, tetapi membayar zakat. Selama ini, warga NU taat membayar pajak karena tunduk terhadap aturan pemerintah.

Namun, jika hasil pajak dan APBN terus menerus dikorupsi atau diselewengkan, maka ketaatan masyarakat untuk membayar pajak perlu ditinjau ulang.

Menanggapi seruan boikot bayar pajak ini, Wakil Ketua Komisi III (Bidang Hukum), Tjatur Edy Sapto, menilai, pernyataan NU itu sebagai peringatan agar kasus pengemplangan pajak menjadi prioritas negara untuk diberantas.

"Itu semacam warning (peringatan). Saya kira salah baca kalau melihat dari sisi itu (boikot bayar pajak)," ujar Tjatur.

BACA JUGA:

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Anwar Sadat Guna
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
941121 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas