• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 2 Oktober 2014
Tribunnews.com

Polri Serahkan Berkas Simulator ke Kejagung

Senin, 17 September 2012 11:23 WIB
Polri Serahkan Berkas Simulator ke Kejagung
TRIBUNNEWS/TRIBUNNEWS/HO
Inilah alat simulator uji pembuatan SIM buatan lokal di Pabrik PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (CMMA) milik Budi Susanto di Narogong, Bekasi yang diributkan itu terkait kasus korupsi dalam pengadaannya oleh Korlantas. Simulator ini diproduksi PT ITI milik Sukotjo Bambang yang merupakan rekanan PT CMMA. TRIBUNNEWS/HO

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri menyerahkan berkas penyidikan kasus simulator SIM kepada Kejaksaan Agung, Senin (17/9/2012). Kabareskirm Komjen Pol Sutarman mengatakan pihaknya sudah mengirimkan berkas tersebut pada hari ini.

"Berkas sudah dikirim hari ini sudah sampai kejaksaan," kata Sutarman di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (17/9/2012).

Sutarman mengatakan terdapat lima berkas yang sudah diserahkan kepada Kejaksaan Agung. Namun dalam berkas tersebut, tidak terdapat Mantan Gubernur Akpol Brigjen Pol Djoko Susilo.

"Tidak,Itu kan disidik KPK kita sesuai kesepakatan Ketua KPK dengan kapolri," imbuhnya.

Sutarman mengatakan berkas tersebut sudah selesai pada Jumat pekan lalu. Namun pihaknya baru menyerahkannya pada hari ini. "Hari Jumat kemarin tapi hari ini baru serah terimanya," ujar Sutarman.

Sementara Kapuspenkum Kejaksaan Agung Adi Toegarisman mengaku belum mengetahui perihal berkas penyidikan tersebut. "Nanti saya cek, belum dapat infonya,"kata Adi.

Dalam kasus Simulator SIM, Djoko Susilo ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada akhir Juli 2012 sebelum dilakukan penggeledahan di kantor Korps Lalu Lintas Polri pada 31 Juli 2012.

Penetapan Djoko Susilo sebagai tersangka oleh KPK sempat memicu ketegangan antara Polri dan KPK, sampai pada akhirnya Polri pun menetapkan lima tersangka lainnya diantaranya Brigjen Pol Didik Poernomo, AKBP Teddy Rusmawan, Kompol Legimo, Budi Susanto, dan Sukotjo Bambang. Tidak beberapa lama kemudian empat tersangka yang ditetapkan Polri pun ditahan penyidik Polri.

Kasus dugaan korupsi pengadaan alat simulator SIM pertama kali mencuat saat Sukotjo Bambang, direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia, membeberkan adanya dugaan suap proyek pengadaan simulator SIM di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri.

Sukotjo terang-terangan menyebut ada suap dari perusahaan pemenang tender pengadaan simulator 2011, kepada pejabat Korlantas Polri bernisial DS sebesar Rp 2 miliar.

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Gusti Sawabi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
938292 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas