• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 19 September 2014
Tribunnews.com

NasDem Tak Sepakat Pilkada Gunakan Regulasi Lama

Selasa, 18 September 2012 00:19 WIB
NasDem Tak Sepakat Pilkada Gunakan Regulasi Lama
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA-- Partai NasDem tidak sepakat bila pemilukada kembali menggunakan regulasi lama yaitu kepala daerah dipilih oleh DPRD. Pemilukada langsung tetap menjadi pilihan terbaik karena mewakili suara ril dari rakyat.

"Sebagai institusi partai, NasDem sampai saat ini tetap mendukung pelaksanaan pilkada secara langsung sebagai pilihan terbaik dari pilihan2 buruk yang lain," ujarnya Sekretaris Majelis Nasional Partai NasDem Partai NasDem
Jeffrie Geovanie dalam rilisnya kepada Tribun, Selasa (18/9/2012).

Usulan agar pilkada langsung dihentikan muncul dalam Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama dalam sidang Komisi Bathsul Masail Munas NU. Mereka merekomendasikan kepada pemerintah untuk menghentikan pilkada langsung karena lebih banyak kerugiannya dibandingkan manfaat yang ingin diperoleh.

Selama delapan tahun terakhir penyelenggaraan pilkada langsung lebih banyak membawa mudarat atau daripada manfaatnya.

Menurut Jeffrie, NasDem sendiri menghormati usulan dan ajakan ulama mengingat banyak konsekuensi negatif dari pilkada langsung. Terutama karena memakan biaya politik yang banyak dan menciptakan konflik sosial.

Namun, menurutnya, pilkada langsung merupakan pilihan tepat karena asas langsung , umum, bebas, rahasia (luber) tercakup dan merepresentasikan pilihan ril dari rakyat sendiri. Dan jika ada efek negatif, hal tersebut terjadi karena pemahaman politik warga dan peserta pilkada masih mementingkan ego sektoral.

"Maka masih perlu pendidikan politik agar warga dan peserta cerdas. Yang perlu diperbaiki adalah kedewasaan partai, peserta dan rakyat dalam berpolitik," ujarnya.

Jeffrie menekankan agar pilkada secara langsung tetap dilaksanakan tetapi dengan catatan penting bahwa partai politik harus benar-benar membenah diri. Partai politik harus sehat agar memiliki kader-kader yang juga punya dedikasi dan integritas sekaligus elektabilitas yang baik. Partai politik harus bisa mendidik kader-kader muda agar terjadi regenerasi kualitas pemimpin.

Selain partai membenah diri, Jeffrie juga menekankan agar proses seleksi atau verifikasi partai politik di KPU Pusat harus serius. Terutama verifikasi administrasi dan faktual. Saatnya penyelenggara pemilu mereformasi partai dari sisi administrasi. "Partai harus benar-benar bisa menjadi tulang punggung pembangunan bangsa," tegasnya.

Penulis: Rachmat Hidayat
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
941321 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas