• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 29 Juli 2014
Tribunnews.com

Tembakan Meletup Saat Kapolda Pidato

Selasa, 18 September 2012 06:33 WIB
Tembakan Meletup Saat Kapolda Pidato
TRIBUNNEWS.COM/BIAN HARNANSA
Ratusan anggota Front Pembela Islam (FPI) melakukan demontrasi didepan Kantor Kedutaan Amerika Serikat di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta (19/2/2006).

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA-- Lima orang pengunjuk rasa ditangkap polisi akibat berbuat ricuh ketika demonstrasi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (17/9/2012) sore.

Kericuhan terjadi saat Kapolda Metro Jaya Untung S Rajab berpidato menenangkan massa pengunjuk rasa memprotes kontroversi film Innocence of Muslims, buatan warga Amerika. Film ini dinilai menghina Nabi Muhammad saw.

"Wajar kalau kita marah. Saya pahami, tetapi harus taat hukum. Tunjukkan akhlak kita, silakan tarik anggota saya, kepolisian. Sudah cukup, aspirasi sudah dimonitor seluruh dunia," ujar Untung, Senin (17/9/2012).
Saat Untung berpidato, justru terdengar letusan tembakan gas air mata dari arah barikade kepolisan. Sontak hal tersebut menyulut emosi massa. Pantauan Tribun di lapangan, sebuah mobil pengawal polisi pun sempat diduduki massa, dilempari batu bata serta bambu. Bahkan mobil pemadam diamuk massa. Salah satunya satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) jadi sasaran perusakan.
Irjen Untung pun saat ini mendatangi barisan massa untuk menenangkannya. Walaupun Kapolda sedang menenangkan, masih saja ada sambitan batu bata yang hampir mengenai Kapolda bersama pengawalnya.
Para pengunjuk rasa yang jumlahnya ratusan ini sempat menghentikan aksi untuk menunaikan salat Azhar. Mobil damkar tersebut hancur di bagian depannya. Kaca mobil pecah. Bahkan, pot yang berada di halaman Balai Kota, kantor Gubernur DKI Jakarta ikut jadi sasaran amuk massa.
Massa enggan dipersalahkan atas hancurnya pot dan satu unit mobil damkar tersebut. Menurut mereka, ini akibat kesalahan Polisi yang memicu amarah massa. "Ini salah polisi! Siapa itu intel amerika yang menyusup?" kata seorang orator ketika berorasi.
Kepolisian Polda Metro Jaya menduga adanya kerusuhan dalam aksi protes terhadap film "Inocence of Muslims" di Kedubes AS, sudah dipersiapkan sebelumnya. Lima orang pendemo ditangkap polis. "Setelah kami tahu itu anggota dari Ormas mana, pasti ya korlapnya akan diperiksa juga," ujar Kasubdit Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Daniel Bolly Tifaona.
Dikatakan Daniel, pihaknya menduga aksi rusuh tersebut sudah dipersiapkan sebelumnya. Pasalnya dari tangan empat orang yang diamankan itu disita sejumlah barang yakni satu telor, tiga batu dan 28 kelereng.
"Mereka mengaku hanya simpatisan. Kami masih periksa kartu anggota mereka, apakah mereka anggota ormas atau bukan," tegas Bolly.
Bolly menambahkan, keempat pelaku tersebut bisa dikenakan pasal 170 KUHP tentang perusakan secara bersama-sama.
Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Suhardi Alius mengatakan ada tujuh orang anggotanya yang terluka akibat bentrok dengan massa Gerakan Reformis Islam dan Front Pembela Islam. Suhardi juga menjelaskan dari aksi unjuk rasa yang sempat rusuh tersebut, pihaknya mengamankan empat orang anggota FPI karena kedapatan membawa senjata membahayakan seperti ketapel dan kelereng, serta bom molotov.
"Kami sudah amankan empat orang anggota FPI. Mereka diamankan di mobil khusus dan dijaga oleh anggota kami. Mereka membawa ketapel, kelereng, dan bom molotov. Ini sudah tidak benar dan melanggar hukum," ujar Suhardi di lokasi kejadian.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan lima orang demonstran telah diamankan saat bentrokan antara massa Forum Umat Islam (FUI) dengan Polisi.
Demonstrasi yang berujung bentrokan tersebut dipicu oleh penayangan film 'Innocence of Muslims' yang menghina Nabi Muhammad saw. "Lima orang yang tersebut diamankan karena terbukti melakukan tindakan anarki, melempari petugas dengan batu, dan kelimanya melakukan aksi provokatif," ujar Rikwanto.
Sementara Ketua FPI Jakarta Habib Salim Alathas mengatakan menuntut agar pembuat film "Innocence of Muslims" dihukum mati. "Pokoknya kami dari FPI dan ormas lain menuntut yang buat film dihukum mati," kata Habib Salim Alathas.
Massa yang tergabung dalam FUI (Forum Umat Islam), FPI (Front Pembela Islamm) dan JAT (Jamaah Ansharut Tauhid) berdemonstrasi terkait penghinaan terhadap Nabi Muhammad saw di dalam film berjudul "Innocence of Muslims". Massa long march dari Bundaran HI hingga Kedutaan Amerika Serikat, bentrokan pun pecah pada pukul 14.30 WIB. 
Editor: Rachmat Hidayat
Sumber: Tribun Jakarta
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
941842 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas