Minggu, 5 Juli 2015
Tribunnews.com

Indonesia Perlu Perjuangkan Antipenistaan Agama ke PBB

Sabtu, 22 September 2012 13:09 WIB

Indonesia Perlu Perjuangkan Antipenistaan Agama ke PBB
TRIBUN KALTIM/Nevrianto Hardi Prasetyo
assa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPD II Samarinda berunjuk rasa mengutuk film Innocence Of Muslims karya Sam Bacile yang isinya sangat menghina Nabi Muhammad SAW di Perempatan Mal Lembuswana Samarinda depan Masjid Vorvo, Minggu (16/9/2012) HTI juga menyerukan pemahaman pada umat Islam supaya bahu membahu dalam membela kehormatan Nabi MUhammad. (Tribun Kaltim/Nevrianto Hardi Prasetyo)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Indonesia harus mengambil prakarsa internasional dengan memperjuangkan prinsip-prinsip antipenistaan agama ke Dewan HAM PBB. Sehingga prinsip ini dapat menjadi resolusi PBB untuk membebaskan dunia dari model-model penodaan ajaran agama.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan di Jakarta, Sabtu (22/9/2012). Menurutnya, perjuangan ini mendesak demi terpeliharanya penghormatan kebebasan beragama dan terciptanya dunia yang damai.

”Dengan begitu penistaan ajaran agama yang kerap berulang baik lewat film, penyebaran kartun, tulisan, ataupun lainnya tak semakin menjadi di kemudian hari. Karena penghinaan sebuah agama akan selalu melahirkan perlawanan keras dari para penganutnya,” ujar Syahganda.

Baru-baru ini, film Innocence of Muslims yang menghina Nabi Muhammad sebagai sosok panutan Islam, telah menimbulkan korban jiwa yang tidak patut dialami Duta Besar maupun sejumlah staf kedutaan besar Amerika Serikat di Benghazi, Libya, beberapa waktu.

Patut disesalkan, ketika kemarahan umat Islam di berbagai belahan dunia belum reda terhadap film tersebut, muncul potensi kemarahan serupa, melalui pemuatan kartun yang melecehkan keberadaan Nabi Muhammad di sebuah majalah mingguan di Perancis.

Peran Indonesia sebagai negara berpenduduk Islam terbesar, lanjut Syahganda, memiliki peluang untuk melobi negara-negara Barat guna mewujudkan masuknya resolusi antipenistaan agama ke dalam resolusi PBB, yang dimungkinkan mendapat respon positif dari berbagai pihak.

"Apalagi dengan melihat sejauh ini Indonesia memiliki hubungan baik dengan kepentingan pihak negara-negara Barat," tukas Syahganda.

Halaman12
Penulis: Y Gustaman
Editor: Johnson Simanjuntak
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas