• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 2 Oktober 2014
Tribunnews.com

Indonesia Perlu Perjuangkan Antipenistaan Agama ke PBB

Sabtu, 22 September 2012 13:09 WIB
Indonesia Perlu Perjuangkan Antipenistaan Agama ke PBB
TRIBUN KALTIM/Nevrianto Hardi Prasetyo
assa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPD II Samarinda berunjuk rasa mengutuk film Innocence Of Muslims karya Sam Bacile yang isinya sangat menghina Nabi Muhammad SAW di Perempatan Mal Lembuswana Samarinda depan Masjid Vorvo, Minggu (16/9/2012) HTI juga menyerukan pemahaman pada umat Islam supaya bahu membahu dalam membela kehormatan Nabi MUhammad. (Tribun Kaltim/Nevrianto Hardi Prasetyo)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Indonesia harus mengambil prakarsa internasional dengan memperjuangkan prinsip-prinsip antipenistaan agama ke Dewan HAM PBB. Sehingga prinsip ini dapat menjadi resolusi PBB untuk membebaskan dunia dari model-model penodaan ajaran agama.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan di Jakarta, Sabtu (22/9/2012). Menurutnya, perjuangan ini mendesak demi terpeliharanya penghormatan kebebasan beragama dan terciptanya dunia yang damai.

”Dengan begitu penistaan ajaran agama yang kerap berulang baik lewat film, penyebaran kartun, tulisan, ataupun lainnya tak semakin menjadi di kemudian hari. Karena penghinaan sebuah agama akan selalu melahirkan perlawanan keras dari para penganutnya,” ujar Syahganda.

Baru-baru ini, film Innocence of Muslims yang menghina Nabi Muhammad sebagai sosok panutan Islam, telah menimbulkan korban jiwa yang tidak patut dialami Duta Besar maupun sejumlah staf kedutaan besar Amerika Serikat di Benghazi, Libya, beberapa waktu.

Patut disesalkan, ketika kemarahan umat Islam di berbagai belahan dunia belum reda terhadap film tersebut, muncul potensi kemarahan serupa, melalui pemuatan kartun yang melecehkan keberadaan Nabi Muhammad di sebuah majalah mingguan di Perancis.

Peran Indonesia sebagai negara berpenduduk Islam terbesar, lanjut Syahganda, memiliki peluang untuk melobi negara-negara Barat guna mewujudkan masuknya resolusi antipenistaan agama ke dalam resolusi PBB, yang dimungkinkan mendapat respon positif dari berbagai pihak.

"Apalagi dengan melihat sejauh ini Indonesia memiliki hubungan baik dengan kepentingan pihak negara-negara Barat," tukas Syahganda.

Momentum itu ada pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang akan memberikan pidato dalam Sidang ke-67 Majelis Umum PBB, di New York, Amerika Serikat pada 25 September ini. Diharapkan, pidato SBY menyinggung ketidaknyamanan umat Islam di mana pun. Kalau itu dingkapkan, akan menggugah perhatian negara-negara yang menjadi peserta sidang.

Usulan resolusi antipenistaan agama telah dibahas dalam sidang Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Jenewa, Swiss pada 26 Maret 2009, yang disampaikan Pakistan dengan mewakili 56 negara Islam. Usulan itu menyatakan perlu dituangkan sebagai resolusi PBB guna membangun keseimbangan antara kebebasan dan penghormatan agama.

“Meski diloloskan Dewan HAM PBB, namun dalam pemungutan suara yang dilakukan oleh 47 negara anggota Dewan HAM PBB, usulan tersebut masih terganjal karena tidak mendapat dukungan negara-negara Barat,” paparnya.

Negara-negara Islam, lanjutnya, menilai penistaan agama merupakan serangan serius terhadap martabat kemanusiaan untuk melahirkan kekerasan sikap beragama, dan karenanya diperlukan sebuah resolusi yang mengatur anti penistaan agama.

Syahganda menyebutkan, deklarasi HAM yang diadopsi PBB pada 1948, tidak secara khusus menyebut pasal yang melarang penistaan agama, kecuali sebatas memasukkan jaminan kebebasan beragama setiap individu maupun kelompok.

“Prinsip-prinsip antipenodaan agama harus dimasukkan secara tegas melalui piagam HAM PBB, sebagai payung hukum internasional sehingga upaya penistaan agama tidak terus dilakukan oleh berbagai pihak serta oknum mana pun,” pungkasnya.

Klik:

Penulis: Y Gustaman
Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
5 KOMENTAR
957722 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Ambin-Sabtu, 29 September 2012 Laporkan
    Setau saya di Amrik sdh
    ada UU anti diskriminasi
    thd apa aja, suku, ras,
    agama dll, utk melindungi
    manusia thd hak2nya, bukan
    utk melindungi Tuhan Yg
    Maha Kuasa.
  • Ambin-Sabtu, 29 September 2012 Laporkan
    Indonesia tentu akan
    kesulitan dan buang2
    tenaga, bila
    memperjuangkan UU Anti
    penistaan agama, krn tdk
    akan nyambung dg saudara
    mrk yg Nasrani di PBB. Yg
    berkeyakinan" Tuhan Yg
    Maha Kuasa tdk perlu
    dibela & diperjuangkan ,
    bila ada yg
    menistaka
  • Ambin-Sabtu, 29 September 2012 Laporkan
    Ajaran Agama tentu
    diyakini bersumber dr
    Tuhan. Menurut pandangan
    umat Nasrani Tuhan itu
    nyata, dan pernah hadir
    ketengah mrk dlm wujud
    fisik Isa. Krn Tuhan itu
    nyata, jadi tdk perlu
    dibela & diperjuangkan thd
    sesuatu yg menistakan
    Tuhan. Entah
  • Nur-Minggu, 23 September 2012 Laporkan
    Ini tentu menjadi sebuah
    proses yg sangat sulit,
    krn konstitusi Amerika
    melindungi kebebasan
    berkreasi. Para senator
    Amerika yg tentu rata2
    beragama Nasrani , The
    Davinci Code aja yg sangat
    menghina Tuhan mrk, tdk
    mrk hiraukan. Pasti mrk
    yakin,
  • Nur-Minggu, 23 September 2012 Laporkan
    Ini tentu menjadi sebuah
    proses yg sangat sulit,
    krn konstitusi Amerika
    melindungi kebebasan
    berkreasi. Para senator
    Amerika yg tentu rata2
    beragama Nasrani , The
    Davinci Code aja yg sangat
    menghina Tuhan mrk, tdk
    dihiraukan. Pasti mrk
    yakin, b
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas