• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 18 April 2014
Tribunnews.com

Indonesia Perlu Perjuangkan Antipenistaan Agama ke PBB

Sabtu, 22 September 2012 13:09 WIB
Indonesia Perlu Perjuangkan Antipenistaan Agama ke PBB
TRIBUN KALTIM/Nevrianto Hardi Prasetyo
assa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPD II Samarinda berunjuk rasa mengutuk film Innocence Of Muslims karya Sam Bacile yang isinya sangat menghina Nabi Muhammad SAW di Perempatan Mal Lembuswana Samarinda depan Masjid Vorvo, Minggu (16/9/2012) HTI juga menyerukan pemahaman pada umat Islam supaya bahu membahu dalam membela kehormatan Nabi MUhammad. (Tribun Kaltim/Nevrianto Hardi Prasetyo)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Indonesia harus mengambil prakarsa internasional dengan memperjuangkan prinsip-prinsip antipenistaan agama ke Dewan HAM PBB. Sehingga prinsip ini dapat menjadi resolusi PBB untuk membebaskan dunia dari model-model penodaan ajaran agama.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan di Jakarta, Sabtu (22/9/2012). Menurutnya, perjuangan ini mendesak demi terpeliharanya penghormatan kebebasan beragama dan terciptanya dunia yang damai.

”Dengan begitu penistaan ajaran agama yang kerap berulang baik lewat film, penyebaran kartun, tulisan, ataupun lainnya tak semakin menjadi di kemudian hari. Karena penghinaan sebuah agama akan selalu melahirkan perlawanan keras dari para penganutnya,” ujar Syahganda.

Baru-baru ini, film Innocence of Muslims yang menghina Nabi Muhammad sebagai sosok panutan Islam, telah menimbulkan korban jiwa yang tidak patut dialami Duta Besar maupun sejumlah staf kedutaan besar Amerika Serikat di Benghazi, Libya, beberapa waktu.

Patut disesalkan, ketika kemarahan umat Islam di berbagai belahan dunia belum reda terhadap film tersebut, muncul potensi kemarahan serupa, melalui pemuatan kartun yang melecehkan keberadaan Nabi Muhammad di sebuah majalah mingguan di Perancis.

Peran Indonesia sebagai negara berpenduduk Islam terbesar, lanjut Syahganda, memiliki peluang untuk melobi negara-negara Barat guna mewujudkan masuknya resolusi antipenistaan agama ke dalam resolusi PBB, yang dimungkinkan mendapat respon positif dari berbagai pihak.

"Apalagi dengan melihat sejauh ini Indonesia memiliki hubungan baik dengan kepentingan pihak negara-negara Barat," tukas Syahganda.

Momentum itu ada pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang akan memberikan pidato dalam Sidang ke-67 Majelis Umum PBB, di New York, Amerika Serikat pada 25 September ini. Diharapkan, pidato SBY menyinggung ketidaknyamanan umat Islam di mana pun. Kalau itu dingkapkan, akan menggugah perhatian negara-negara yang menjadi peserta sidang.

Usulan resolusi antipenistaan agama telah dibahas dalam sidang Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Jenewa, Swiss pada 26 Maret 2009, yang disampaikan Pakistan dengan mewakili 56 negara Islam. Usulan itu menyatakan perlu dituangkan sebagai resolusi PBB guna membangun keseimbangan antara kebebasan dan penghormatan agama.

“Meski diloloskan Dewan HAM PBB, namun dalam pemungutan suara yang dilakukan oleh 47 negara anggota Dewan HAM PBB, usulan tersebut masih terganjal karena tidak mendapat dukungan negara-negara Barat,” paparnya.

Negara-negara Islam, lanjutnya, menilai penistaan agama merupakan serangan serius terhadap martabat kemanusiaan untuk melahirkan kekerasan sikap beragama, dan karenanya diperlukan sebuah resolusi yang mengatur anti penistaan agama.

Syahganda menyebutkan, deklarasi HAM yang diadopsi PBB pada 1948, tidak secara khusus menyebut pasal yang melarang penistaan agama, kecuali sebatas memasukkan jaminan kebebasan beragama setiap individu maupun kelompok.

“Prinsip-prinsip antipenodaan agama harus dimasukkan secara tegas melalui piagam HAM PBB, sebagai payung hukum internasional sehingga upaya penistaan agama tidak terus dilakukan oleh berbagai pihak serta oknum mana pun,” pungkasnya.

Klik:

Penulis: Yogi Gustaman
Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
957722 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas