Kapolri: 8 Orang yang Ditangkap di Solo Jaringan Lama

Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo mengatakan 8 orang terduga teroris Solo yang ditangkap, Sabtu (22/9/2012) merupakan jaringan

Kapolri: 8 Orang yang Ditangkap di Solo Jaringan Lama
KOMPAS.COM/RODERICK ADRIAN MOZES
Menkopolhukam Djoko Suyanto dan Kapolri Timur Pradopo (kiri) hadir untuk memberikan keterangan pers di Kementerian Politik Hukum dan Keamanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Minggu (9/9/2012). Keterangan pers ini berkaitan dengan terjadinya ledakan bom rakitan di sebuah panti asuhan yatim piatu di Jalan Nusantara Raya, Beji, Depok, Jawa Barat, pada Sabtu malam 8 September. Diduga panti tersebut merupakan kedok untuk menutupi kegiatan perakitan bom di dalam rumah. (KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo mengatakan 8 orang terduga teroris Solo yang ditangkap, Sabtu (22/9/2012) merupakan jaringan lama.

Karenanya, semua terduga teroris tersebut masih secara intensif diperiksa untuk dilakukan pengembangan.

"Yang jelas ini adalah jaringan lama. Yang memang terus kita kembangkan, nanti akan kita sampaikan," terang Timur, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (22/9/2012).

Kapolri mengatakan 8 terduga teroris yang ditangkap satuan detasemen khusus 88 antiteror dari pukul 01.00 - 11.00 WIB itu ditangkap di Solo dan sekitarnya.

"Kemudian yang paling menonjol dari temuan sementara ada 5 jenis bahan peledak yang siap diledakkan. Kemudian beberapa bahan peledak yang sekarang terus dilakukan olah TKP," menurut keterangannya.

Ia juga pada saat penyergapan tidak ada baku tembak dan penembakan. Pun tak terdapat jatuhnya korban baik pada kelompok yang diduga teroris maupun Polri.

"8 orang tadi selamat, petugas selamat, dan terus dilakukan pemeriksaan inntensif," terang dia.

Lebih lanjut terkait sejumlah bahan peledak yang ditemukan, sambung dia, sekarang sedang dijinakkan.

Sebelumnya diberitakan, Setelah menangkap Rudi Kurnia Putra (45) dan Baderi Hartono (45) kemudian tim Densus 88 Antiteror Polri langsung bergerak menangkap enam terduga teroris lainnya di wilayah Solo.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar menjelaskan bahwa setelah ditangkap Baderi dan Rudi berturut-turut dilakukan penangkapan terhadap  BH (45) RK (45) K (43) IV (30) N (46) FN (18) BN (28) dan T (29).

"Setelah melakukan penangkapan terhadap dua lainnya (RK dan BH) kemudian ditangkap lagi enam, sehingga totalnya menjadi delapan orang," kata Boy di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (22/9/2012).

Menurut Boy, tertangkapnya delapan orang tersebut merupakan pengembangan dari keterangan yang diperoleh dari Muhammad Thoriq, Yusuf Rizaldi, dan Arif. "Mereka kelompok terkait bom Beji dan Tambora di Rumah Thoriq," ucap Boy.

Saat ini kedelapan orang tersebut masih berada sdi Jawa Tengah untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut, sementara dari beberapa tempat yang digeledah hari ini, ditemukan beberapa bom aktif dan bahan-bahan pembuat bahan peledak.

"Saat ini mereka sedang diperiksa lebih lanjut untuk memastikan keterkaitanya dan nanti bisa dilihat statusnya bila kuat terlibat. Masih ada waktu 7 x 24 jam untuk nanti kita nyatakan statusnya," ungkap Boy.

Berita Terkait: Penangkapan Terduga Teroris

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Willy Widianto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help