• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 1 September 2014
Tribunnews.com

Polisi Temukan Bom dan Buku Jihad

Minggu, 23 September 2012 05:04 WIB
Polisi Temukan Bom dan Buku Jihad
TRIBUN JOGJA/Ikrob Didik Irawan
Istri terduga teroris Badri, Hanifah (berjilbab) bersama anak-anaknya saat diamankan oleh sejumlah polwan dari rumahnya yang terletak di Griyan, Pajang, Laweyan, Solo, Sabtu (22/9/2012). TRIBUN JOGJA/Ikrob Didik Irawan

Baca juga di Tribun Jakarta Digital

TRIBUNNEWS.COM,SOLO - Dalam penggeledahan yang dilakukan tim penjinak bahan peledak (Jihandak) terhadap sejumlah rumah terduga teroris yang ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri, polisi menyita bom cair dan empat bom pipa aktif beserta sejumlah bahan peledak lainnya.

Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, menjelaskan di kediaman Baderi (BH) di Desa Griyan Pajang, Laweyan, polisi menemukan 11 detonator, pipa casing yang digunakan untuk bom pipa, dan bahan kimia.

"Polisi juga menemukan pupuk urea, belerang, dan sejumlah buku tentang jihad," kata Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (22/9/2012).

Sementara di rumah tersangka lainnya yaitu K (43), polisi menemukan sejumlah bom aktif yang siap digunakan. "Yang ditemukan bom cair atau nitrogliserin, bom pipa aktif ada empat unit, bahan campuran untuk bahan peledak, dan black powder," ungkap Boy.

"Kami masih ada satu lokasi lagi yang belum digeledah," jelas Boy.

Seperti diketahui, selain menangkap RK dan BH, Densus88 juga menangkap enam terduga teroris lainnya di wilayah Solo. Keenam terduga teroris yang ditangkap Densus88 memiliki inisial K berusia 43 tahun, IV (30), N (46), FN (18), BN (28), dan T (29).

Editor: Rachmat Hidayat
Sumber: Tribun Jakarta
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
958901 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas