Senin, 4 Mei 2015
Tribunnews.com

Simpan Bom Untuk Serang Polisi

Minggu, 23 September 2012 04:25 WIB

Simpan Bom Untuk Serang Polisi
TRIBUN JOGJA/Ikrob Didik Irawan
Rumah terduga teroris Khumaidi, di Griyan, Pajang, Laweyan, Solo tampak dari depan, Sabtu (22/9/2012). Rumahnya ada di tengah dikelilingi tembok rumah sekitarnya. TRIBUN JOGJA/Ikrob Didik Irawan

TRIBUNNEWS.COM,SOLO--Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri berhasil membekuk dua orang terduga teroris di tempat berbeda di Solo, Jawa Tengah. Kedua orang yang ditangkap tersebut diduga kuat terkait jaringan teroris di Depok dan Poso.

Irjen Pol (Pur) Ansyad Mbai, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), mengungkapkan penangkapan pertama dilakukan pada Jumat (21/9) sekitar pukul 23.34 WIB, sedangkan orang kedua ditangkap pada Sabtu (22/9) pagi sekitar pukul 5.30 WIB.

"Ya, ada penangkapan dua orang di tempat berbeda," kata Ansyad saat dihubungi wartawan, Sabtu (22/9/2012).

Ansyad menjelaskan, satu orang terduga teroris yang pertama kali ditangkap adalah Rudi Kurnia Putra (RK). Rudi ditangkap Densus88 di dekat Solo Square saat turun dari bus asal Cilacap. Sedangkan, Densus88 menyergap Baderi Hartono (BH) di Kampung Griyan, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan.

Densus88 berhasil melakukan penangkapan sebagai pengembangan kasus dari penangkapan dua orang sebelumnya dengan inisial Naim dan Mujib. Keduanya memang berperan dalam melakukan perekrutan teroris.

Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, menuturkan RK terkait dengan kelompok di Bojong Gede dan perekrutan teroris di Poso. Selain itu, RK, pria kelahiran Solo, 2 Juli 1967, menyimpan tiga bom yang sudah jadi di rumahnya untuk menyerang polisi.

"Sementara BH sebagai amir kelompok. BH juga menyimpan bom di rumahnya," kata Boy.

Halaman12
Editor: Rachmat Hidayat
Sumber: Tribun Jakarta
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas