• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 Juli 2014
Tribunnews.com

Teroris Depok-Solo Tergabung dalam Al Qaida Indonesi

Senin, 24 September 2012 18:17 WIB
Teroris Depok-Solo Tergabung dalam Al Qaida Indonesi
Tribun Medan /DEDY SINUHAJI
Terduga teroris M.Yusuf Rizaldi alias Rizaldi saat hendak diberangkatkan ke Jakarta dari Mapolda Sumut, Kamis,(13/9/2012).Sebelumnya, M Yusuf bin Hasan alias Rizaldi Yusuf buron kasus bom Depok, menyerahkan diri ke Polres Langkat. (TRIBUN MEDAN/DEDY SINUHAJI)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah orang ditangkap di Jakarta, Depok, Solo, Melawi Kalbar, dalam beberapa pekan terakhir, tergabung dalam kelompok Al Qaida Indonesi. Nama kelompok itu diketahui dari pengakuan mereka.

Kelompok tersebut dipimpin oleh Badri Hartono alias Toni. "Mereka menyebut Al Qaida Indonesi," ujar Karo Penmas Divisi Masyarakat Polri, Brigjen (Pol) Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (24/9/2012).

Kelompok AI Qaida Indonesi ini terbentuk pada awal 2012 atau setelah kepolisian berhasil mengungkap pelatihan militer di Aceh pada 2010 dan pelatihan militer di Poso pada 2011. Sebagian dari kelompok itu melarikan diri ke Pulau Jawa.

Sebagai pemimpin kelompok baru, Baderi bertugas merekrut anggota, termasuk merekrut terduga teroris yang membuat bom rakitan di Tambora, Jakarta Barat, Muhammad Thorik.

"Di Poso itu pusat pelatihannya. (Anggotanya) yang dua orang ditangkap atas upaya ingin bom bnuh diri yang namanya Mudjib dan Naim. Yang lainnya melarikan diri ke Jawa, termasuk melakukan perekuutan kepada Thorik itu," tutur Boy.

Boy menjelaskan, bahwa Baderi merupakan anak buah anggota kelompok Jemaah Islamiyah (JI), Urwah alias Bagus Budi Pranoto. Dan Urwah diketahui bagian dari perakit bom di bawah Noordin M Top.  Noordin M Top dan Urwah tewas saat penggerebekkan di Solo pada September 2009 lalu.

"Mereka berkumpul membentuk kelompok baru. Dari sisi personal, punya keterkaitan dengan kelompok lama, seperti Baderi itu. Bisa saja mereka ingin melanjutkan perjuangan Jemaah Islamiyah (JI), yang terakhir kita kenal itu Noordin M Top dan Urwah pada 2009," ujar Boy.

Anggota kelompok ini tidak memiliki tempat berkumpul atau markas tetap. "Mereka mobile. Pertama di Poso lalu di Solo. Saya perkirakan kelompok ini bergerak di bawah tanah. Hanya tempat bahan peledaknya disimpan di Solo. Menariknya bahan peledak ini disimpan di rumah masing-masing," tambah Boy.

Klik:

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas