• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Tribunnews.com

Saksi Ungkap John Kei Minta Persenan Saham PT Sanex Steel

Selasa, 25 September 2012 14:47 WIB
Saksi Ungkap John Kei Minta Persenan Saham PT Sanex Steel
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
John Refra Kei alias John Kei (tengah) menjalani persidangan lanjutan dengan agenda pembacaan eksepsi di PN Jakarta Pusat, Selasa (4/9/2012). Polisi telah menangkap delapan orang tersangka dalam kasus pembunuhan bos PT Sanex Steel, Tan Hari Tantono alias Ayung. TRIBUNNEWS/HERUDIN

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nicolas Timothy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saat bersaksi dalam persidangan kasus pembunuhan bos PT Sanex Steel, Tan Harry Tantono (Ayung) dengan terdakwa John Refra "Kei" dkk, Sait Tetlageni mengungkapkan bahwa terdakwa sering melakukan pertemuan dengan korban.

"(John Kei) Sempat melakukan pertemuan dengan Tan Harry Tantomo, baik di PT Sanex sama di daerah Cempaka Putih sebanyak lebih dari 5 kali," ucap Sait dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Gajah Mada, Jakarta, Selasa (25/9/2012).

Sait kembali membeberkan, ia sempat ikut dalam pertemuan antara terdakwa John Kei dengan Ayung. Dalam pertemuan itu, perbincangannya tidak jauh dari seputar saham.

"Pembicaraannya kurang lebih sama. John Kei meminta persenan Saham PT Sanex Steel dan meminta uang," kata Sait.

Lebih lanjut, Sait mengungkapkan, Ayung sudah berulang kali mengatakan bahwa saham tersebut tidak bisa dibagi. Sebab, pemegang saham di PT Sanex Steel tidak hanya Ayung seorang, namun ada empat pemegang saham lainnya.

Seperti diketahui, Sait Tetlageni dipercaya oleh Ayung sebagai penanggung jawab keamanan PT Sanex Steel. Bahkan, Sait sudah seperti pengawal pribadinya. Sebab, kemanapun Ayung pergi, Sait selalu ikut serta.

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Anwar Sadat Guna
0 KOMENTAR
966601 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas