Sabtu, 28 Maret 2015
Tribunnews.com

Tambah Jam Pelajaran Bukan Solusi Cegah Tawuran

Selasa, 25 September 2012 03:10 WIB

Tambah Jam Pelajaran Bukan Solusi Cegah Tawuran
Warta Kota/Adhy Kelana
Dua kelompok siswa SMA tawuran seusai ujian nasional (UN) di Jalan Mampang Prapatan Raya, Jakarta, Rabu (18/4/2012).

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menambah jam pelajaran di sekolah, ditanggapi beragam oleh sejumlah guru.

Para guru berharap kebijakan tersebut dikaji lagi, karena belum tentu bisa mengatasi persoalan perilaku negatif pelajar.

Hartono, guru SMAN 12 Bandung, Jawa Barat mengatakan, jika tujuan penambahan jam pelajaran sekolah untuk mencegah perilaku negatif pelajar, kebijakan itu kurang tepat.

"Apa lantas dengan menambah jam pelajaran bisa memecahkan masalah?" ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Senin (24/9/2012).

Masalah di kalangan pelajar, lanjutnya, lebih disebabkan siswa tidak punya ketertarikan belajar di sekolah secara sungguh-sungguh. Maka, agar mereka mau belajar, orangtua harus mendukung mereka. Masih adanya tawuran karena siswa tidak sungguh-sungguh belajar, dan orangtua juga tidak memberikan dukungan.

Jika benar-benar ingin menerapkan kebijakan tersebut, Kemendikbud harus melihat kajian dari level bawah juga.

Dihubungi terpisah, Yanyan Herdiyan, guru SD Bandung Raya menyatakan, kebijakan tersebut harus dikaji lagi, karena umumnya siswa di Indonesia tidak bisa disamaratakan.

Halaman123
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Jabar
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas