Penangkapan Terduga Teroris

Kelompok Teroris Poso Masih Bebas Berkeliaran

Kelompok teroris jaringan Poso yang dipimpin Santoso (DPO) rupanya masih berkeliaran.

Kelompok Teroris Poso Masih Bebas Berkeliaran
Tribun Jogya/Ade
Petugas kepolisian membawa sejumlah barang bukti usai menggeledah rumah terduga teroris Joko Parkit di Purwosari, Laweyan, Solo, Rabu (26/09/2012).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kelompok teroris jaringan Poso yang dipimpin Santoso (DPO) rupanya masih berkeliaran.

Bagaimana tidak, niat Wendy datang ke Poso dalam rangka mencari perlindungan dari kejaran polisi setelah Baderi cs ditangkap tim khusus kepolisian, juga ikut tertangkap.

Pelarian Wendy terduga teroris yang membuat bom di Solo bersama Baderi Cs ke Poso untuk mencari teman-temannya yang masih belum terdeteksi polisi.

"(Dia pergi ke Poso) karena ada komunitas yang akan melindungi yang bersangkutan dan kita berusaha mencari pengungkapan jaringan tersebut," ungkap Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Agus Rianto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (27/9/2012).

Menurut Agus, dalam kelompok Baderi cs masih ada empat orang yang diburu petugas yang melarikan diri saat melakukan penggerebekan di Solo.

"Itu akan terus berkembang. Jadi kemungkinan-kemungkinan ada tersangka lain, kita masih melakukan pengembangan dan apa yang dilakukan Densus bisa dituntaskan," ungkapnya.

Sebelumnya dalam penggerebekan di tempat pelatihan militer di Poso pada Juli 2012 lalu, Mabes Polri mengungkapkan bahwa saat itu hanya ada dua orang yang berhasil ditangkap dan saat itu banyak yang melarikan diri.

Terungkapnya jaringan teroris Al-Qaeda Indonesia dimulai sejak Thoriq menyerahkan diri pascaledakan bom di Beji Depok, Sabtu. (8/9/2012) lalu yang kemudian disusul dengan penangkapan Arif pada esok harinya di Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat.

Beberapa hari kemudian, Yusuf Rizaldi pun menyerahkan diri di Polres Langkat, Sumatera Utara.

Halaman
12
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Anwar Sadat Guna
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help