Penangkapan Terduga Teroris

Densus 88 Kembalikan Istri Nawa Kepada Keluarga

Densus 88 Antiteror Polri setelah melakukan interogasi pendalaman terhadap istri Barkah Nawah Saputra alias Nawa alias Wawa

Densus 88 Kembalikan Istri Nawa Kepada Keluarga
TRIBUN JOGYA/ Ade Rizal
Anggota Densus 88 Antiteror melintas usai melakukan penggeledahan di rumah terduga teroris di sekitar lokasi penggeledahan rumahbterduga teroris di Gonilan Kartasura Sukoharjo, Kamis (27/09/2012).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Densus 88 Antiteror Polri setelah melakukan interogasi pendalaman terhadap istri Barkah Nawah Saputra alias Nawa alias Wawa yang diduga terlibat dalam perakitan bom akhirnya mengembalikannya kepada pihak keluarga.

Istri Nawa yang bernama Supri (SR) dikembalikan petugas setelah dipastikan tidak terkait dengan aktivitas pembuatan bom.

"Tiga yang sudah dikembalikan kepada keluarga yaitu Indra, Novel dan Supri atau seorang ibu yang kita duga ikut dalam memberikan bantuan tapi tidak kuat unsurnya dan ditetapkan untuk dikembalikan kepada pihak keluarga," kata Kepala Biro Penerangan Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (1/10/2012).

Berdasarkan hal tersebut, Densus 88 Antiteror Polri hingga saat ini hanya menahan sembilan orang terkait jaringan teroris yang menamakan diri kelompok Al-Qaeda Indonesia diantaranya Baderi Hartono, Rudi Kurnia Putra, Kamidi, Fajar Novianto, Barkah Nawah Saputra alias Nawa alias Wawa, Triyatno, Arif Pamungkas, Joko Priyanto alias Joko Jihad, dan Wendy alias Hasan. Dari sembilan orang tersebut Fajar dikenakan hukum acara pidana umum mengingat usianya yang masih muda dan berstatus pelajar.

"Satu orang menggunakan hukum acara sebagaimana diatur dalam hukum acara KUHP yaitu yang pelajar 18 tahun ya. Karena masih pelajar jadi terkena hukum acara sesuai Undang-undang Nomor 8 Tahun 2009. Sementara yang lainnya yang sudah dewasa dikenakan Undang-undang nomor 15 tahun 2003 tentang terorisme," katanya.

Saat ini sudah ada delapan orang yang dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Markas Korps Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat, sementara Wendy yang paling terakhir ditangkap di Palu masih berada di Sulawesi Tengah.

Terungkapnya jaringan teroris Al-Qaeda Indonesia dimulai sejak Thoriq menyerahkan diri pascaledakan bom di Beji Depok, Sabtu. (8/9/2012) lalu yang kemudian disusul dengan penangkapan Arif pada esok harinya di Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat. Beberapa hari kemudian, Yusuf Rizaldi pun menyerahkan diri di Polres Langkat, Sumatera Utara.

Dari pengakuan Thoriq, ditangkaplah dua orang lainnya di Serpong, Tangerang Selatan, sampai akhirnya diketahuilah pimpinan jaringan teroris tersebut di Solo, Sabtu (22/9/2012). Penangkapan jaringan yang sesungguhnya terungkap sejak ditangkapnya Rudi pada Jumat (21/9/2012), kemudian esok paginya ditangkaplah Baderi Hartono. Tim pun bergerak cepat melakukan penangkapan dan penggeledahan di beberapa tempat di Solo lalu ditangkaplah Nawa, Fajar, Triyatno, Kamedi, serta  istri Wawa berinisial SR.
Esok harinya Minggu (23/9/2012) ditangkaplah Joko Parkit yang tiada lain anak buah Noordin M Top. Total keselurahan yang ditangkap di Solo saat itu ada sekitar sembilan orang. Termasuk dua orang lainnya di lepaskan karena tidak memenuhi bukti terlibat dalam kasus terorisme yaitu Nopem dan Indra. Kemudian Densus mengembangkannya lagi, sampai akhirnya ditangkap lah Anggri Pamungkas di Pontianak, Minggu (23/9/2012).

Kemudian, tim berlambang burung hantu tersebut kembali membekuk seorang yang bernama Wendy di Palu, Kamis (28/9/201). Ia diduga kuat terlibat dalam perakitan bom di Solo bersama-sama dengan Baderi Cs.

Dari jaringan Solo tersebut sejumlah barang bukti bom aktif dan bahan-bahan pembuat bom lainnya berhasil diamankan petugas. Hasil penyidikan sementara bom tersebut akan digunakan untuk melakukan sejumlah aksi teror di beberapa tempat di Pulau Jawa.

Berita Terkait: Penangkapan Terduga Teroris

Penulis: Adi Suhendi
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved