Penangkapan Terduga Teroris

Polisi Masih Periksa Intensif Wendy di Palu

Wendy alias Hasan terduga teroris jaringan Baderi Cs masih diperiksa intensif di Palu, Sulawesi Tengah terkait dugaan orang-orang

Polisi Masih Periksa Intensif Wendy di Palu
Tribun Jogya/Ade
Petugas kepolisian membawa sejumlah barang bukti usai menggeledah rumah terduga teroris Joko Parkit di Purwosari, Laweyan, Solo, Rabu (26/09/2012). (Tribun Jogya/Ade)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wendy alias Hasan terduga teroris jaringan Baderi Cs masih diperiksa intensif di Palu, Sulawesi Tengah terkait dugaan orang-orang yang dituju dirinya di daerah tersebut setelah lari dari Solo, Jawa Tengah.

"Jadi saudara Wendi alias Hasan yang tertangkap belakangan, pada Minggu yang lalu masih dikembangkan di daerah Palu," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (1/10/2012).

Wendy termasuk orang yang masih memiliki hubungan yang erat dengan teroris-teroris senior. Ia diduga kuat mengenal DPO Santoso yang merupakan pentolan teroris di Poso yang memimpin pelatihan militer.

Selain itu, Wendy pun termasuk orang yang lihai merakit bom, karena beberapa bom yang ditemukan tim Densus 88 Antiteror Polri di Solo beberapa waktu lalu, sebagian merupakan hasil rakitan tangan Wendy langsung.

"Yang bersangkutan ini merupakan salah satu pelaku yang juga perakit dari salah satu bahan peledak atau perakit dari bom rakitan yang mereka buat," ucapnya.

Kelompok Teror Al Qaeda Indonesia yang hingga saat ini berasil dibekuk polisi ada sembilan orang, semuanya sudah dilakukan penahanan diantaranya Baderi Hartono, Rudi Kurnia Putra, Kamidi, Fajar Novianto, Barkah Nawah Saputra alias Nawa alias Wawa, Triyatno, Arif Pamungkas, Joko Priyanto alias Joko Jihad, dan Wendy alias Hasan.

Terungkapnya jaringan teroris Al-Qaeda Indonesia dimulai sejak Thoriq menyerahkan diri pascaledakan bom di Beji Depok, Sabtu. (8/9/2012) lalu yang kemudian disusul dengan penangkapan Arif pada esok harinya di Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat. Beberapa hari kemudian, Yusuf Rizaldi pun menyerahkan diri di Polres Langkat, Sumatera Utara.

Dari pengakuan Thoriq, ditangkaplah dua orang lainnya di Serpong, Tangerang Selatan, sampai akhirnya diketahuilah pimpinan jaringan teroris tersebut di Solo, Sabtu (22/9/2012). Penangkapan jaringan yang sesungguhnya terungkap sejak ditangkapnya Rudi pada Jumat (21/9/2012), kemudian esok paginya ditangkapla Baderi Hartono.
Tim pun bergerak cepat melakukan penangkapan dan penggeledahan di beberapa tempat di Solo lalu ditangkaplah Nawa, Fajar, Triyatno, Kamedi, serta istri Wawa berinisial SR. Esok harinya Minggu (23/9/2012) ditangkaplah Joko Parkit yang tiada lain anak buah Noordin M Top. Total keselurahan yang ditangkap di Solo saat itu ada sekitar sembilan orang. Termasuk dua orang lainnya di lepaskan karena tidak memenuhi bukti terlibat dalam kasus terorisme yaitu Nopem dan Indra.

Kemudian Densus mengembangkannya lagi, sampai akhirnya ditangkaplah Anggri Pamungkas di Pontianak, Minggu (23/9/2012).

Kemudian, tim berlambang burung hantu tersebut kembali membekuk seorang yang bernama Wendy di Palu, Kamis (28/9/201). Ia diduga kuat terlibat dalam perakitan bom di Solo bersama-sama dengan Baderi Cs.

Dari jaringan Solo tersebut sejumlah barang bukti bom aktif dan bahan-bahan pembuat bom lainnya berhasil diamankan petugas. Hasil penyidikan sementara bom tersebut akan digunakan untuk melakukan sejumlah aksi teror di beberapa tempat di Pulau Jawa.

Berita Terkait: Penangkapan Terduga Teroris

Penulis: Adi Suhendi
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved