Penangkapan Terduga Teroris

BNPT: Guru Spiritual Teroris Banyak di Solo

Densus 88 Anti Teror Polri melakukan penangkapan terhadap sejumlah terduga teroris di Solo, Jawa Tengah

BNPT: Guru Spiritual Teroris Banyak di Solo
KOMPAS.COM/RODERICK ADRIAN MOZES
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai didampingi oleh Kepala BIN Marciano Norman memberikan keterangan pers di Kementerian Politik Hukum dan Keamanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Minggu (9/9/2012). Keterangan pers ini berkaitan dengan terjadinya ledakan bom rakitan di sebuah panti asuhan yatim piatu di Jalan Nusantara Raya, Beji, Depok, Jawa Barat, pada 8 September. Diduga panti tersebut merupakan kedok untuk menutupi kegiatan perakitan bom di dalam rumah. (KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Densus 88 Anti Teror Polri melakukan penangkapan terhadap sejumlah terduga teroris di Solo, Jawa Tengah.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai mengaku tidak mengetahui mengapa Solo menjadi tempat kondusif bagi terduga teroris.

"Tetapi yang jelas disitu masih banyak mentor-mentor spiritualnya yang ngajarin mereka begitu," kata Ansyaad di Gedung DPR, Jakarta, Senin (1/10/2012) malam.

Ansyaad mengatakan mentor spiritual itu yang menanamkan paham-paham radikal tersebut.

"Mereka menamakan negara ini togut, negara sana kafir," katanya.

Mengenai perkembangan aksi Farhan cs yang terjadi di Solo, Ansyaad mengatakan polisi sedang memproses ke pengadilan. Ia mengatakan Farhan cs merupakan bagian dari kelompok Al-Qaeda Indonesia.

Ansyad mengatakan kelompok Al-Qaeda Indonesia memiliki basis di Poso. Kelompok Farhan cs yang berada di Solo juga memiliki hubungan dengan Poso.

"Ada 9 angkatan di Poso dan 5 angkatan di Sulawesi Selatan," ujarnya.

Berita Terkait: Penangkapan Terduga Teroris

Penulis: Ferdinand Waskita
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help