• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 20 April 2014
Tribunnews.com

Pesawat 'Mata-mata' AS di Balikpapan Tidak Terdeteksi Radar

Selasa, 2 Oktober 2012 17:40 WIB
Pesawat 'Mata-mata' AS di Balikpapan Tidak Terdeteksi Radar
ist
Pesawat Cessna

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pesawat Cessna 208 dengan nomor registrasi N354RM milik warga Amerika Serikat yang dipaksa mendarat di Base Ops Lanud TNI AU Sepinggan, Balikpapan, menjadi peringatan bagi pihak militer Indonesia.

Pasalnya, pesawat tersebut awalnya tak terdeteksi radar. "Warning pentingnya adalah ternyata pesawat tersebut melewati wilayah Indonesia di awal belum terdeteksi radar," kata Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/10/2012).

Wasekjen PKS itu mengakui bila Indonesia memiliki keterbatasan radar udara untuk wilayah Timur.

"Ini menjadi catatan penting karena tidak boleh satu wilayah Indonesia dimanapun yang tidak tercover oleh radar," katanya.

Mahfudz membenarkan bila pesawat milik AS tersebut dipaksa mendarat setelah tidak mengindahkan permintaan TNI AU.

Setelah dilakukan pemeriksaan, pesawat tersebut tidak memiliki surat izin terbang.

"Memang tidak ada penjelasan lebih lanjut kenapa pesawat tersebut melewati wilayah Indonesia tanpa izin, termasuk pemeriksaan terhadap pesawat, ketika di darat belum ada penjelasan," katanya.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap pilot pesawat tersebut. Mahfudz mengaku tidak ada hal-hal yang sangat spesifik. Terkait adanya dugaan untuk memata-matai Indonesia, dia mengaku belum mendapatkan penjelasan.

"Itu yang belum kita mendapat penjelasan, mudah-mudahan tidak. Kita punya celah kosong di wilayah indonesia yang belum tercover," pungkasnya.

Sebelumnya, insiden udara terjadi atas langit Indonesia, Minggu (30/9/2012). Sebuah pesawat sipil asing asal Amerika Serikat (AS) tujuan Singapura akhirnya diturunkan paksa (force down) oleh TNI-AU ke Bandara Sepinggan, Balikpapan.

Pesawat Cessna 208 dengan nomor registrasi N354RM tersebut ditindak karena terbang memasuki wilayah udara Indonesia tanpa membawa dokumen izin resmi seperti flight approval (FA) dan flight security (FS), Minggu (30/9/2012).

Untuk menurunkan paksa pesawat dengan pilot Michael A Boyd ini, dua pesawat tempur Sukhoi dari Skuadron 11 Makassar dikerahkan untuk memburu.

Pesawat yang tak membawa penumpang dan terbang dari Wichita, AS, pada tanggal 25 September, ini rencananya akan digunakan oleh PT Rajawali Dirgantara Mandiri melalui Global Flyer Inc.

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Anwar Sadat Guna
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
990951 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas