• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Tribunnews.com

Ditanya Gaji di KPK, Bibit: Sopir Saya Gajinya Rp 4 Juta

Kamis, 4 Oktober 2012 09:36 WIB
Ditanya Gaji di KPK, Bibit: Sopir Saya Gajinya Rp 4 Juta
tribunnews.com/herudin
Bibit Samad Rianto

TRIBUNNEWS.COM – Mantan Wakil Ketua KPK, Bibit Samad Rianto, menolak menjawab saat ditanya mengenai gaji pimpinan KPK. Dia bahkan langsung tertawa disinggung tentang gajinya saat menjadi Wakil Ketua KPK. Walau begitu, pensiunan polisi berpangkat bintang dua ini mengakui komisioner KPK saat itu mencapai Rp 60 juta. "Di atas Rp 30 juta, sampai Rp 60 juta," ungkap Bibit yang pernah korban kriminalisasi yang terkenal dengan konflik KPK lawan Polri, Buaya vs Cicak.

Menurutnya sistem penggajian di KPK adalah berdasarkan grade atau tingkatan 1 hingga 26. "Di bawah pimpinan itu deputi, eselon II. Pokoknya penghasilan di KPK itu lumayan," tuturnya.

Menurut Bibit, perbedaan gaji antara pimpinan dan penyidik di KPK itu bukan diartikan sebagai sebuah kejomplangan penghasilan. Sebab, setiap jabatan juga memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda. "Bukannya jomplang. Siapa yang suruh jadi AKP, siapa yang suruh jadi pimpinan. Rp 15 juta dan Rp 60 juta kan tidak jomplang. Kecuali penyidiknya Rp 1,5 juta," ujarnya.

Bahkan, tugas pimpinan KPK bisa berisiko pada jeratan hukum hingga masuk bui seperti dialaminya. "Yah iya. Pimpinan kan bisa ditahan juga beberapa hari di rutan Mako Brimob. Begitu saja," ucap Bibit.

Bibit tak hafal rincian gaji pegawai di KPK. Namun ia memastikan bahwa orang-orang yang bekerja di KPK berpenghasilan lebih tinggi dari tempat lain. "Saya enggak hafal, ada grade 1 sampai 26. Lumayan juga. Sopir saya saja Rp 4 juta. Coba berapa kalau sopir di tempat lain. Mungkin lebih bagus wartawan. Sopir tugasnya mengantar selesai. Iya jaga rahasia juga, ikut terkenal. Saya kalau tidak diperiksa (Polri), Pak Bibit tidak terkenal kan? Hahaha," kata Bibit diikuti tawanya.

Saat ini KPK terus bergejolak lantaran sejumlah masalah. Masalah itu mulai penarikan 20 penyidik Polri hingga brevisi UU KPK dengan memangkas empat kewenangan utama KPK. Bahkan, Ketua KPK Abraham Samad sampai mengeluarkan ucapan akan mundur bila kewenangan KPK dipangkas.

Atas masalah-masalah itu, Bibit menyarankan agar pimpinan KPK tetap melaksanakan tugas pemberantasan korups secara konsisten. "Bekerjalah dengan undang-undang dan fakta lapangan. Kalau Pak Abraham mau mundur, itu urusan pribadi dia. Saya enggak bisa mencampuri. Karena dia juga punya janji waktu diangkat siap mundur juga kalau setahun enggak bisa menyelesaikan kasus Century," kata Bibit. (tribunnews/coz)

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Dodi Esvandi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
996852 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas