Hartati Murdaya Tersangka

Uang untuk Amran Atas Inisiatif Totok Lestiyo

Tidak ada perintah dari Ibu Hartati," kata Totok

Uang untuk Amran Atas Inisiatif Totok Lestiyo
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Bupati Buol Amran Batalipu (tengah) dengan menggunakan baju tahanan dan tertunduk digiring menuju ruang tahanan KPK Jakarta Selatan, usai diperiksa penyidik, Jumat (6/7/2012). Amran diduga menerima suap izin pembebasan lahan di Buol. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA- Direktur PT Hardaya Inti Plantation Totok Lestiyo mengaku tidak ada perintah dari Dirut Hartati Murdaya untuk memberikan dana sebesar total Rp 3 miliar kepada Bupati Buol Amran Batalipu.

Dana itu diberikan atas inisiatif dirinya sendiri tanpa memberitahukan terlebih dulu kepada Hartati Murdaya selaku Presiden Direktur PT Hardaya Inti Plantation.

"Tidak ada perintah dari Ibu Hartati," kata Totok saat menjadi saksi dengan terdakwa pegawai PT HIP Yani Anshori, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (4/10/2012).

Persidangan kali ini secara bersamaan menghadirkan saksi Totok Lestyo, Hartati Murdaya, dan Gondo Sujono.

Ketika ditanya lebih lanjut oleh Hakim, mengenai pemberian dana sebesar Rp2 miliar, Totok mengaku semua itu dilakukan atas inisiatifnya sendiri.

"Betul. Itu atas inisiatif saya," kata Totok menjawab pertanyaan hakim.

Direktur HIP itu juga mengatakan pencairan dilakukan dengan cek-cek yang ditandatangani oleh dirinya dan Arim. Semua itu dilakukan tanpa memberitahu dan tanpa melaporkan kepada Hartati.

Pengakuan Totok Lestyo ini sekaligus mementahkan dugaan keterlibatan Hartati Murdaya dalam kasus ini. Sebelumnya Hartati ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh KPK karena ia diduga memerintahkan dan mengetahui pemberian dana kepada Amran Batalipu. Dengan adanya pengakuan Totok Lestyo ini maka Hartati boleh bernafas lega karena dugaan keterlibatannya dalam kasus ini telah terbantah dengan sendirinya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Hartati Murdaya menyatakan kepada majelis hakim bahwa dirinya tidak tahu-menahu soal pemberian dana kepada Bupati Buol Amran Batalipu. Menurut Hartati, semua kebijakan itu diputuskan oleh Totok tanpa sepengetahuan dirinya.

"Saya tidak pernah menyuruh dia (Totok) dan tidak pernah mendapat laporan dari dia," kata Hartati.

Halaman
12
Penulis: Yoni Iskandar
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help