• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 2 Agustus 2014
Tribunnews.com

Uang untuk Amran Atas Inisiatif Totok Lestiyo

Kamis, 4 Oktober 2012 17:07 WIB
Uang untuk Amran Atas Inisiatif Totok Lestiyo
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Bupati Buol Amran Batalipu (tengah) dengan menggunakan baju tahanan dan tertunduk digiring menuju ruang tahanan KPK Jakarta Selatan, usai diperiksa penyidik, Jumat (6/7/2012). Amran diduga menerima suap izin pembebasan lahan di Buol. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA- Direktur PT Hardaya Inti Plantation Totok Lestiyo mengaku tidak ada perintah dari Dirut Hartati Murdaya untuk memberikan dana sebesar total Rp 3 miliar kepada Bupati Buol Amran Batalipu.

Dana itu diberikan atas inisiatif dirinya sendiri tanpa memberitahukan terlebih dulu kepada Hartati Murdaya selaku Presiden Direktur PT Hardaya Inti Plantation.

"Tidak ada perintah dari Ibu Hartati," kata Totok saat menjadi saksi dengan terdakwa pegawai PT HIP Yani Anshori, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (4/10/2012).

Persidangan kali ini secara bersamaan menghadirkan saksi Totok Lestyo, Hartati Murdaya, dan Gondo Sujono.

Ketika ditanya lebih lanjut oleh Hakim, mengenai pemberian dana sebesar Rp2 miliar, Totok mengaku semua itu dilakukan atas inisiatifnya sendiri.

"Betul. Itu atas inisiatif saya," kata Totok menjawab pertanyaan hakim.

Direktur HIP itu juga mengatakan pencairan dilakukan dengan cek-cek yang ditandatangani oleh dirinya dan Arim. Semua itu dilakukan tanpa memberitahu dan tanpa melaporkan kepada Hartati.

Pengakuan Totok Lestyo ini sekaligus mementahkan dugaan keterlibatan Hartati Murdaya dalam kasus ini. Sebelumnya Hartati ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh KPK karena ia diduga memerintahkan dan mengetahui pemberian dana kepada Amran Batalipu. Dengan adanya pengakuan Totok Lestyo ini maka Hartati boleh bernafas lega karena dugaan keterlibatannya dalam kasus ini telah terbantah dengan sendirinya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Hartati Murdaya menyatakan kepada majelis hakim bahwa dirinya tidak tahu-menahu soal pemberian dana kepada Bupati Buol Amran Batalipu. Menurut Hartati, semua kebijakan itu diputuskan oleh Totok tanpa sepengetahuan dirinya.

"Saya tidak pernah menyuruh dia (Totok) dan tidak pernah mendapat laporan dari dia," kata Hartati.

Hartati Murdaya kepada majelis hakim juga menyatakan bahwa sebelumnya Amran Batalipu memang pernah meminta sejumlah uang kepada dirinya, namun Hartati mengaku sejak awal dirinya tidak pernah menyetujui pemberian dana tersebut.

Setiap kali Amran meminta dana Hartati mengaku selalu berusaha menghindar / nge-les untuk menolak secara halus. Hartati Murdaya mengaku kaget ada pemberian dana yang dilakukan Totok Lestyo kepada Amran Batalipu.

Sebagaimana diketahui kasus dugaan penyuapan terhadap Bupati Buol ini bermula dari adanya permintaan sejumlah dana oleh Amran Batalipu kepada perusahaan kelapa sawit PT HIP milik Hartati Murdaya. Dalam kasus ini sebenarnya PT HIP tidak mendapatkan keuntungan apa-apa dari Bupati Buol. Hartati Murdaya adalah satu-satunya pengusaha besar yang bersedia berinvestasi di daerah terpencil Buol, untuk mengembangkan daerah tersebut agar lebih sejahtera.

Namun ironis permohonan rekomendasi HGU nya tidak pernah disetujui oleh Amran Batalipu, bahkan ijin lokasi perkebunan kelapa sawit seluas 70 ribu hektare oleh Bupati justru berikan kepada perusahaan lain. Meski PT HIP tidak mendapat keuntungan apa-apa namun Amran Batalipu tetap meminta sejumlah dana kepada Hartati Murdaya.

Sebelumnya Hartati Murdaya juga telah menegaskan bahwa dirinya tidak setuju memberikan sejumlah dana kepada Amran Batalipu. Namun sebagai seorang pengusaha yang berinvestasi di Buol tentu dirinya juga tidak bisa secara mentah-mentah melakukan penolakan.

Setiap kali Amran Batalipu menghubungi ia selalu mengelak secara halus. Namun dalam keadaan dirinya yang terus mengelak itulah secara diam-diam Totok Lestyo mengambil uang perusahaan senilai Rp 3 milyar dan lalu memberikannya ke Amran Batalipu tanpa sepengetahuan Hartati Murdaya.

Penulis: Yoni Iskandar
Sumber: Surya
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
998901 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas