Jumat, 27 Februari 2015
Tribunnews.com

Siti Akui Beri Proposal Sumbangan ke Perusahaan Obat

Selasa, 9 Oktober 2012 14:06 WIB

Siti Akui Beri Proposal Sumbangan ke Perusahaan Obat
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadillah Supari, diperiksa di Kantor KPK, Jakarta, Rabu (11/1/2011). Siti diperiksa atas dugaan kasus korupsi pengadaan alat kesehatan penanganan flu burung, saat ia menjabat. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Kesehatan (Menkes), Siti Fadillah Supari mengaku memberikan sejumlah proposal kepada pihak farmasi guna mendapatkan sumbangan. Hal itu dilakukannya dalam pelaksanaan acara ibadah oleh Yayasan Orbit yang bergerak di bidang keagamaan.

"Sebenarnya mereka tidak meminta sumbangan ke Departemen Kesehatan (Depkes). Tetapi, mereka pernah minta tolong mengedarkan sumbangan ke pabrik-pabrik obat," kata Siti Fadillah ketika bersaksi untuk terdakwa Rustam Pakaya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (9/10/2012).

Menurut Siti, proposal permintaan sumbangan dana itu diberikan ke sekretariat untuk disebarkan ke pabrik-pabrik obat. Namun, Siti mengaku tidak memberikan uang Rp 500 juta sebagai bentuk sumbangan kepada Yayasan Orbit yang dipimpin oleh Din Syamsuddin itu.

Siti mengaku mengetahui adanya sumbangan dari Cici Tegal yang mengucapkan terimakasih atas sumbangan yang diserahkan Sekjen Depkes, Syafii Ahmad.

Sebaliknya, saat bersaksi dalam sidang yang sama, Syafii Ahmad mengaku bahwa uang Rp 500 juta diserahkan Siti Fadilah kepada Cici Tegal dan Din Syamsuddin dalam sebuah ruangan.

"Sebenarnya kejadiannya waktu mau magrib, saya diajak Menkes untuk ikut pengajian di Orbit. Saya ikut mobil Menkes. Di dalam mobil, Menkes saya lihat memegang map. Karena tidak enak, maka map itu saya pegang," kata Syafii dalam sidang yang sama.

Lebih lanjut, Syafii mengatakan setelah pengajian dirinya dipanggil ke ruangan. Ternyata, ungkapnya, dalam ruangan sudah ada Cici Tegal dan Din Syamsuddin. Di sana, map tersebut diserahkan Menkes ke Cici Tegal.

Halaman1234
Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Willy Widianto
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas