• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 3 September 2014
Tribunnews.com

Bom Poso Terkait Jaringan Teroris Pimpinan Santoso

Rabu, 10 Oktober 2012 15:17 WIB
Bom Poso Terkait Jaringan Teroris Pimpinan Santoso
KOMPAS.com/VITALIS YOGI TRISNA
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar menggelar rilis terkait aksi terorisme di Bojong Gede dan Depok di Ruangan Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (12/9/2012). Pada rilis ini pihak Kepolisian menunjukan berbagai alat-alat yang ditemukan seperti berbagai jenis senjata tajam, alat-alat pembuat rakitan bom serta buku terorisme. KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Sebuah bom rakitan meledak di Kelurahan Kawai, Kecamatan Poso, Kota Selatan di rumah Okri Mamuaya Selasa (9/10/2012) pukul 20.15 WIB. Dugaan kuat, bom tersebut diletakkan orang-orang yang ikut pelatihan militer di Poso beberapa waktu lalu dengan pimpinan Santoso, teroris yang saat ini menjadi buruan polisi sejak 2005 silam.

Okri merupakan seorang pegawai yang bekerja di Dinas Pekerjaan Umum Poso. Akibat ledakan tersebut jendela rumah Okri rusak, serta kendaraan jenis mini bus silver yang diparkir di depan rumanya pun rusak pada bagian belakang dan dalam.

"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut," ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (10/10/2012).

Menurut Boy, berdasarkan keterangan saksi-saksi yang ada di lokasi kejadian, pelakunya dua orang. Mereka meletakan bom di depan rumah Okry dengan menumpangi sepeda motor jenis bebek.

"Saat ini dilakukan olah TKP untuk langkah-langkah penyelidikan adanya bom rakitan ini," ucap Boy.

Boy menjelaskan, ledakan bom tersebut diduga kuat dengan aktivitas kelompok yang selama ini diduga melakukan pelatihan dan teror di Poso bersama Imron yang sudah ditangkap tim Densus 88 Antiteror Polri, Senin (8/10/2012) di Palu.

"Ia merupakan tokoh penting dan bertindak sebagai penghubung Santoso dengan pelaku yang tertangkap di Solo," ujar Boy.

Selain itu, Polri pun membantah adanya bom di gereja Imanuel Poso, tetapi hanya terdengar suara ledakan kecil disekitar gereja tersebut.

"Pukul 21.15 WITA, bukan di rumah ibadah, tetapi di komplek dekat pertigaan, dekat dengan gereja Imanuel, kecamatan Pamuna Timur, ada letusan satu kali, kita masih telusuri belum mendapat fakta sumber ledakan. (Ada yang ) Melarikan diri dengan minibuis warna biru menuju arah Pendolo. Tidak ada terkait penempatan bom di rumah ibadah, tetapi di sekitar komplek yang kebetulan dekat dengan rumah ibadah," ungkap Boy.

Berita Terkait: Penangkapan Terduga Teroris

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Willy Widianto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1018182 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas