Ini Dia Spesifikasi Pesawat Tanpa Awak Buatan Anak Negeri

Untuk kecepatan jelajah sendiri, PUNA Wulung ini mampu terbang dengan kecepatan 52 hingga 69 knot.

Ini Dia Spesifikasi Pesawat Tanpa Awak Buatan Anak Negeri
TRIBUNNEWS.COM/IMANUEL NICOLAS MANAFE
SBY melihat uji terbang pesawat tanpa awak di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Industri pertahanan Indonesia semakin hari menunjukan kemajuan yang signifikan dalam pembuatan Alat Utama Persenjataan (Alutsista) dengan teknologi karya dalam negeri.

Kini, Badan Pengkajian dan Penelitian Teknologi (BPPT) mulai mencoba merancang sendiri Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) atau dikenal dengan nama Unamed Aerial Vehicle (UAV).

UAV atau PUNA ini menjalani uji terbang atau demo flight yang digelar di Base Ops Pangkalan Udara TNI AU, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (11/10/2012).

Salah satu peneliti sekaligus perancang PUNA dari BPPT, Adrian Zulkifli, menjelaskan bagaimana spesifikasi PUNA, salah satunya model Wulung yang telah diuji terbangnya selama sekitar 20 menit.

"Pesawat ini mampu terbang setinggi 12 kaki," ujar Adrian saat diwawancara oleh wartawan di lokasi uji terbang.

Adrian menerangkan, PUNA Wulung ini mampu melayang di udara selama 4 jam dengan jarak tempuh maksimal 70 Kilometer. Untuk kecepatan jelajah sendiri, PUNA Wulung ini mampu terbang dengan kecepatan 52 hingga 69 knot.

Karena PUNA ini tidak memiliki pilot on board, maka PUNA diterbangkan melalui Ground Control Station (GCS) yang mampu mengendalikan pesawat ini sampai jarak 73 Kilometer dengan menggunakan remote control.

"Jika dikembangkan, dapat juga dikontrol melalui satelit," ucap Adrian.

Untuk berat, PUNA Wulung berbobot 120 Kilogram. Menurut Adrian, pesawat ini sudah cukup ringan. Untuk bahan dasar tubuh PUNA ini yakni komposisi dari serat kaca, fiber dan karbon yang membuat struktur pesawat ini ringan.

Karena masih dalam tahap pengembangan, PUNA masih mengeluarkan suara bising dari pembuangan bahan bakarnya (exhaust) dari mesin 2 tak ini.

Untuk itu, lanjut Adrian, nantinya pesawat yang berbahan bakar Pertamax ini akan diberi peredam pada pagian exhaustnya sehingga meminimalisir suara bising tersebut. "Untuk saat ini, tingkat kebisingan mencapai 90 Db," kata Adrian.

Kedepannya, Adrian mengungkapkan bahwa PUNA ini akan dikembangkan lebih muktahir lagi, yakni akan dilengkapi dengan sistem persenjataan, misalnya dipasang rudal ataupun menjadi pesawat bomber tanpa awak.

"Untuk saat ini, PUNA masih dilengkapi dengan alat pemotret saja untuk mengambil gambar," ucap Adrian.

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved