Gerindra Usung Teten Masduki Jadi Gubernur Jabar

Secara mengejutkan, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto menyebut nama penggiat antikorupsi, Teten Masduki

Gerindra Usung Teten Masduki Jadi Gubernur Jabar
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto (kanan) didampingi Sekretaris Jenderal Transparency Indonesia, Teten Masduki memaparkan makalahnya pada diskusi hukum bertajuk Memperkuat Sinergitas Kelompok anti Korupsi di Gedung PWI Jabar, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (6/3/2012). Bambang mengatakan tindak pidana korupsi di Indonesia kian masif dan terus merasuk hingga ke berbagai sendi kehidupan masyarakat dengan modus kejahatannya beragam dan canggih.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Secara mengejutkan, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto menyebut nama penggiat antikorupsi, Teten Masduki sebagai kandidat gubernur Jawa Barat. Prabowo berencana mendorong Teten untuk ikut berkompetisi dalam Pilkada Jawa Barat tahun 2013.

"Secara tegas, saya mendukung saudara Teten Masduki untuk mengikuti Pemilukada Jawa Barat 2013," kata Prabowo dalam akun Twitternya bernama @Prabowo08, Senin(15/10/2012).

Menurut Prabowo dalam kicauannya di Twitter, Teten Masduki dianggapnya sebagai salah satu orang yang tepat memimpin Jawa Barat.

"Teten Masduki adalah seorang pemberantas korupsi yang gigih, serta pembela terhadap hak-hak buruh di negeri ini," ujarnya.

Tidak hanya itu, Prabowo juga menyebut Teten sebagai pejuang asal Garut yang memiliki semangat, komitmen serta jejak rekam yang sangat baik.

Kicauan Twitter Prabowo tersebut kemudian mendapatkan tanggapan dari mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie. Jimlya mengatakan Pilkada Jawa Barat akan seru jika Teten didorong Gerindra dan Prabowo Subianto menjadi kandidat gubernur DKI Jakarta.

"Wah-wah kalau Teten Masduki dapat dukungan Prabowo, pilgub Jabar jadi bakal benar-benar seru nih," ujarnya.

Nama Teten Masduki mencuat ketika Indonesia Corruption Watch (ICW), yang dipimpinnya, membongkar kasus suap yang melibatkan Jaksa Agung (saat itu) Andi M. Ghalib pada masa pemerintahan B.J. Habibie. Inilah pertama kalinya dalam sejarah sebuah lembaga seperti ICW bisa memaksa seorang pejabat tinggi negara turun dari jabatannya. Berkat kegigihannya mengungkap kasus tersebut, Teten dianugerahi Suardi Tasrif Award 1999.

Terlahir dari keluarga petani, masa kecil Teten dihabiskan di Kecamatan Limbangan, Garut, Jawa Barat. Tidak pernah terbayang ia akan menjadi aktivis antikorupsi, bahkan jenis “profesi” ini tak dikenalnya. Meski kurang memperhatikan pendidikan anak-anaknya, Masduki, ayah Teten, berpesan agar ia jangan sampai jadi pegawai negeri atau tentara. Teten sendiri ingin menjadi insinyur pertanian.

Kini, pria kelahiran Garut, 6 Mei 1963 ini masih terus aktif menyuarakan gerakan antikorupsi di seluruh Indonesia. Ia juga memimpin sebuah LSM bernama TII(Transparency International Indonesia).

Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help