Rabu, 27 Mei 2015
Tribunnews.com

Ibunda Fitra Sudah Tegar

Selasa, 23 Oktober 2012 22:04 WIB

Ibunda Fitra Sudah Tegar
KOMPAS.COM/ANDREAN KRISTIANTO
Fitra Ramadhani alias Doyok alias Jarot, siswa SMAN 70, tersangka pembacok siswa SMAN 6 Bulungan, Jakarta Selatan, Alawy Yusianto Putra, tiba di Mapolres Jakarta Selatan, Kamis (27/9/2012).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nazarudin Lubis, kuasa hukum Fitra Ramadhani mengatakan, ibunda Fitra sudah tegar dengan kejadian yang menimpa buah hatinya.

"Waktu awal ibunya memang menangis, dan batal menjenguk saat pertama lihat kantor Polres Jaksel tempat Fitra ditahan. Tapi, sekarang ibunya sudah tidak syok lagi, cuma masih sedih kalau lagi besuk. Keluarga tetap berjuang, karena ini kan tawuran murni, pilihannya hanya dua, menusuk atau ditusuk," kata Nazarudin.

Ayah dan ibu Fitra, lanjutnya, juga sudah menyadari, bahwa salah satu faktor internal yang membuat anaknya terlibat tawuran dan pembunuhan, tak lepas karena kurangnya perhatian orangtua.

"Ibunya, bapaknya, sama adiknya, sering datang jenguk ke polres. Awalnya, ibunya enggak kuat untuk datang, tapi sekarang sudah tegar, sudah kuat. Mereka bilang, sebagai ayah dan ibu sudah sadar atas kejadian ini, katanya diambil hikmahnya saja. Mereka sadar ini karena faktor internal dan eksternal. Internalnya, karena kurang memberikan perhatian kepada anak," tutur Nazarudin.

Sedangkan faktor eksternal perilaku Fitra, terang Nazarudin, yaitu kekerasan-kekerasan yang ditampilkan di media massa, sistem pendidikan, dan lingkungan atau teman mainnya.

"Di tv, kemarin kita lihat bagaimana anggota TNI di Riau mencekik wartawan. Jadi, apa yang ditampilkan media itu menjadi contoh," ucapnya.

Menurut Nazarudin, sistem pendidikan dengan Ujian Nasional, mengakibatkan siswa berisiko mencari pelarian ke tempat yang salah.

Halaman123
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Yaspen Martinus
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas