Selasa, 23 Desember 2014
Tribunnews.com

Dua Kali Mangkir, Dahlan Iskan Tak Boleh Ikut Acara Presiden

Kamis, 25 Oktober 2012 09:43 WIB

Dua Kali Mangkir, Dahlan Iskan Tak Boleh Ikut Acara Presiden
SERAMBI Banda Aceh/BUDI FATRIA
Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meninggalkan Gedung AAC Dayan Dawood Unsyiah, usai memberikan kuliah umum di gedung tersebut, Minggu (2/9). Dahlan Iskan dalam kuliah umumnya tersebut memberikan mata kuliah dengan tema Politik, Pemerintah dan Kewirausahaan yang dihadiri ribuan mahasiswa Unsyiah. SERAMBI/BUDI FATRIA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri BUMN, Dahlan Iskan sudah absen dua kali, dari panggilan DPR Komisi VII. Tujuan pemanggilan Dahlan Iskan untuk mengklarifikasi temuan Badan Pemeriksa Keuangan yang menemukan anggaran Rp 37 triliun dari PT PLN.

Karena sudah dua kali Dahlan Iskan tidak hadir untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPR, Ketua Rapat Kerja Komisi VII, Effendi Simbolon melayangkan surat kepada Dahlan Iskan dengan tembusan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tujuan dari surat tersebut, agar Dahlan Iskan tidak mangkir dari panggilan DPR karena alasan sibuk dengan acara Presiden.

"Jadi kalau ada acara Presiden, dia (Dahlan Iskan) enggak boleh ikut,"ujar Effendi Simbolon, di Komisi VII, Gedung DPR, Rabu (24/10/2012).

Dengan adanya surat tersebut, Effendi Simbolon berharap agar Dahlan Iskan tidak mangkir dari RDP dengan komisi VII untuk ketiga kalinya. "Selanjutnya tidak ada lagi alasan diwakilkan dan ditunda," ungkap Effendi.

Sebelumnya Effendi Simbolon menjelaskan kalau tujuan diadakan RDP dari Kementerian ESDM, PT PGN dan PT PLN, untuk mengklarifikasi temuan BPK. Sebagai Menteri BUMN dan mantan Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan sudah tentu akan dimintai keterangan oleh DPR terkait temuan audit Rp 37 triliun dari PT PLN dalam kurun waktu dua tahun.

"BPK menujuk auditor senior, ini tidak main-main. Ini kali pertama. PLN diaudit sebesar ini,"papar Effendi Simbolon.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Tribun Jakarta

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas