Bungsu dr. Subagyo: Ayah Saya Pernah Jadi Tukang Bakso

ayahnya merupakan sosok yang keras dalam mendidik.

Bungsu dr. Subagyo: Ayah Saya Pernah Jadi Tukang Bakso
Net
Anggota komisi IX DPR, Subagyo partodiharjo

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Aryo Seno, putra bungsu mendiang dr. Subagyo Partodiharjo, anggota DPR RI dari Partai Demokrat yang tutup usia siang tadi, menngungkap, ayahnya merupakan sosok yang keras dalam mendidik.

"Bapak itu keras, ngajarin banget, saya dulu kalau diajarin, kalau belum mengerti saya tidak boleh tidur," kenang Seno saat ditemui di rumah duka di Jalan Karya Bhakti, Blok F No. 5, Kav DPRD DKI, Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (26/10/2012) malam.

Menurut Seno, ayahnya amat keras dalam mendidik anaknya apalagi mengenai pendidikan.  Hal itu didasari, ayahnya semasa kecil yang pekerja keras sehingga memperoleh fasilitas pendidikan.

Subagyo kecil telah menjadi yatim piatu sejak usia 14 tahun, untuk membiayai sekolahnya, Subagyo harus bekerja banting tulang sampai bisa lulus dari Fakultas Kedokteran UI pada tahun 1974.

"Bapak itu pernah kerja jadi kuli di pelabuhan, jadi tukang bakso, tukang gado-gado. Kehidupannya yang berat semasa muda menjadikan bapak jadi sosok yang tegas kepada anak-anaknya, khususnya mengenai pendidikan," tutur Seno.

Ada satu kejadian yang tidak pernah dilupakan oleh Seno, suatu hari saat ia masih SD, Seno belum juga mengerti soal suatu pelajaran di sekolah. Sepanjang perjalanan sang Ayah terus mengajarinya sampai dia benar-benar mengerti.

"Kalau belum ngerti tidak akan diturunin di sekolah. Katanya, mending telat daripada kamu ke sekolah tapi nggak mengerti," kenang Seno.

Berkat disiplin tinggi yang diterapkan pada anak-anaknya, ketiga anaknya berhasil memperoleh kesuksesan dalam bidang akademis masing-masing. Dari tiga anaknya, dua diantaranya mengikuti jejak sang ayah dan menjadi dokter, sedangkan satu menjadi Insinyur.

Seno mengaku banyak hal yang ia teladani dari sang ayah, mungkin itupula salah satu sebabnya mengikuti jejak sang ayah dan menjadi seorang dokter.

Meskipun sang ayah tidak pernah mengarahkan anak-anaknya menjadi dokter, teladan yang diberikan sang ayah membuat dua dari tiga anaknya mengikuti jejak langkahnya menjadi dokter.

Sang ayah justru bilang bahwa kalau mereka (anak-anaknya) mau kaya lebih baik jangan menjjadi dokter jadilah seorang pengusaha, tapi Subagyo tanpa sadar telah memberi tauladan bagi anak-anaknya bagaimana dengan menjadi dokter ia dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

"Bapak itu mentor, penasihat, inspirasi, dan juga sebagai musuh debat saya," tutur Seno.

Penulis: Bahri Kurniawan
Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved