Senin, 24 November 2014
Tribunnews.com

Perempuan Tangguh Indonesia

Sabtu, 27 Oktober 2012 03:55 WIB

Perempuan Tangguh Indonesia
THE WALL STREET JOURNAL

Oleh:Shibani Mahtani

TRIBUNNEWS.COM--Minimnya pewakilan perempuan yang menduduki jabatan penting di perusahaan dan lembaga pemerintahan sering dikeluhkan para aktivis persamaan hak.

Data yang dihimpun pemerintah Inggris tahun 2011 mengenai struktur dewan direksi di seluruh dunia menunjukkan hanya 4,1 persen kursi pimpinan perusahaan di Indonesia diduduki perempuan.

Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat hanya 18 persen dari jumlah total kursi anggota parlemen diduduki oleh perempuan.

Meski menunjukan modernisasi ekonomi yang pesat dan bahkan pernah memiliki presiden perempuan, Indonesia dianggap masih memandang posisi kaum perempuan dengan cara lama.

Baru-baru ini, sejumlah anggota dewan pernah melarang perempuan untuk mengenakan rok mini di dalam kompleks parlemen demi mencegah “tindakan tidak senonoh” oleh kaum lelaki – sebuah gagasan yang dinilai kuno oleh banyak orang.

Aturan tersebut tidak pernah diberlakukan. Namun masalah serius seperti turisme seks, perdagangan perempuan dan kekerasan dalam rumah tangga juga masih sering terjadi.

Namun di luar semua itu, sejumlah perempuan mampu melewati batasan-batasan dalam lingkungan politik dan dunia usaha. Mereka menjadi panutan bagi banyak perempuan muda negeri ini. Pada saat yang sama, media sosial memungkinkan perempuan menuntut kesetaraan dan memerangi stereotip negatif.

Berikut beberapa figur perempuan berpengaruh di Indonesia yang turut membawa perubahan bagi bangsanya. (The Wall Street Journal)

Editor: Rachmat Hidayat

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas