• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 20 Oktober 2014
Tribunnews.com

Indonesia Juara Umum Asean Skills Competition 2012

Senin, 19 November 2012 20:12 WIB
Indonesia Juara Umum Asean Skills Competition 2012
ist

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Setelah mengadu ketrampilan selama tiga hari sejak 15 hingga  17 November lalu dan melewati penilaian terbuka dewan juri – terdiri atas 45 ahli (experts) dari seluruh negara ASEAN – delegasi Indonesia berhasil meraih gelar juara umum The 9th ASEAN Skills Competition.

Diwakili 42 kompetitor (peserta kompetisi), Indonesia total merebut 19 medali emas, 12 medali perak, 2 medali perunggu, dan 7 medallion for excellence – medali yang diberikan kepada kompetitor yang mampu melewati standar nilai 500.

Terpaut jauh di bawah Indonesia, pada peringkat kedua (runner up), adalah tim Vietnam yang meraih 5 medali emas, 4 medali perak, 5 medali perunggu, dan 11 medallion for excellence. Sedangkan di peringkat ketiga, Thailand memperoleh 5 medali emas, 2 medali perak, 4 medali perunggu, dan 12 medallion for excellence. Vietnam telah disepakati akan menjadi tuan rumah The 10th ASEAN Skills Competition tahun 2014.

Selain medali emas di sejumlah kejuruan (bidang keahlian) yang menjadi unggulan Indonesia, seperti Automobile Technology, IT Network Systems Administration, Web Design, Mechanical Engineering Design – CAD, Cabinet Making, Industrial Automation dan Fashion Technology; tim tuan rumah juga mampu menyabet medali emas untuk beberapa kejuruan lain seperti Beauty Therapy, Hairdressing, dan Mechatronics.

Hasil pada ASC IX ini merupakan prestasi terbaik tim Indonesia sejak ikut serta dalam kompetisi skill labour tingkat ASEAN ini pada 1995. Terakhir, pada ASC VIII di Bangkok-Thailand (2010), tim Indonesia menempati posisi kedua dengan perolehan 8 medali emas, 2 medali perak, 6 medali perunggu, 13 diploma.

”Sejak awal kami optimistis mampu juara umum. Tetapi meraih 19 medali emas, ini capaian yang luar biasa. Sungguh di luar dugaan,” kata Menakertrans Muhaimin Iskandar dalam rilisnya jelang penutupan ASEAN Skills Competition di Jakarta Convention Center, Senayan, Senin (19/11).

”Prestasi ini sekaligus membuktikan, anak-anak muda Indonesia mampu menembus standar kompetensi ketrampilan kerja di level ASEAN,” lanjutnya.

Seperti diketahui, adu ketrampilan kerja anak-anak muda se-ASEAN 2012 diikuti 950 peserta – 256 di antaranya kompetitor – yang berasal dari sembilan negara ASEAN, minus Myanmar. Secara keseluruhan, ada 22 kejuruan yang dikompetisikan pada ASC 2012, ditambah satu kejuruan eksibisi: caring (merawat jompo). Tiap satu kejuruan diikuti oleh maksimal dua kompetitor dari masing-masing negara.

Selain mendapatkan bea siswa, juara dari tiap kejuruan akan dipertandingkan dengan juara Lomba Ketrampilan Siswa (LKS) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pemenangnya akan dikirim mewakili Indonesia untuk mengikuti World Skills Competition (WSC) 2013, yang akan berlangsung di Leipzig, Jerman.

ASC mulai digelar pada 1993, sebagai tindak lanjut dari pertemuan ILO/Asian and Pacific Skills Development Programme di Jepang. Ketika itu disepakati penyelenggaraan kompetisi ketrampilan kerja dua tahunan, yang diikuti oleh anak-anak muda (maksimal 22 tahun) dari negara-negara ASEAN.

ASC dimaksudkan untuk mempromosikan dan meningkatkan standar keahlian di kawasan ASEAN dalam kerangka mencapai standar internasional. ASC merupakan kegiatan di mana negara anggota ASEAN bisa bekerja sama dan bekerja bersama di tingkat regional dalam kaitan pengembangan ketrampilan.

Secara spesifik, ada empat tujuan yang hendak dicapai dari ASC. Pertama, mempromosikan pengembangan nilai-nilai kualitas kejuruan dan teknis ketrampilan di antara pekerja muda.

Kedua, mendorong kerja sama teknis di bidang pendidikan kejuruan/ teknis dan pelatihan di antara negara-negara ASEAN. Ketiga, mendorong kerja sama yang erat antara pemerintah, industri, pengusaha, dan organisasi pekerja serta lembaga pelatihan kejuruan. Keempat, ASC pada gilirannya diharapkan dapat membuka jalan bagi peningkatan keunggulan kerja dan pengembangan pekerja trampil.

ASC disepakati menggunakan materi uji (test project) terbaru dari World Skills Competition/WSC, kompetisi ketrampilan tingkat dunia yang diikuti sekira 57 negara. Materi uji WSC disusun oleh para ahli di bidang ketrampilan serta para pimpinan dari sektor industri yang berbeda. Elemen materi uji mencerminkan teknologi terbaru dan ketrampilan yang diperlukan.

Materi uji yang akan dikompetisikan diberitahukan kepada kompetitor sejak enam bulan sebelum pelaksanaan. Namun, dua hari menjelang pelaksanaan, materi uji tersebut harus diubah dalam forum Technical Committee Meeting minimal 30 persen. Menurut Menakertrans, dengan menggunakan materi uji WSC sebagai dasar mengembangkan materi uji ASC, memungkinkan pemuda ASEAN untuk selalu up date terhadap perkembangan dunia.

Setiap calon peserta harus melalui seleksi bertahap dengan sistem gugur. Tahap pertama, peserta mengikuti seleksi daerah (selekda) untuk mewakili daerahnya masing-masing. Setelah hasil selekda didapatkan, para calon peserta mengikuti pemusatan latihan tingkat nasional selama delapan bulan di bawah supervisi ahli (expert) dan peserta ASC sebelumnya, untuk mengikuti seleksi nasional (seleknas). Peserta yang lolos seleknas inilah yang dipercaya mewakili Indonesia pada ajang ASC.

Ada perbedaan mendasar antara kompetisi ini dengan kompetisi lainnya. Pada ASC, para peserta bertanding melawan standar yang ditentukan. Dus, bukan melawan peserta dari negara lain. Untuk menyelesaikan satu materi uji, tiap peserta diberikan waktu 15 hingga 18 jam yang dibagi ke dalam tiga hari kompetisi.

Itu sebabnya, tidak ada hasil kompetisi atau perolehan medali pada hari pertama dan kedua. Perolehan medali tiap negara peserta diumumkan pada saat penutupan kompetisi.

Penulis: Rachmat Hidayat
1 KOMENTAR
1145412 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas