• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Tribunnews.com

KPK Sita Surat Yasin Bergambar Anas di Rumah Mahfud Suroso

Senin, 19 November 2012 17:10 WIB
KPK Sita Surat Yasin Bergambar Anas di Rumah Mahfud Suroso
TRIBUN JOGJA/ADE RIZAL
Ketua Umum DPP PD, Anas Urbaningrum.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Pemilik saham PT Dutasari Citralaras, Mahfud Suroso mengakui jika petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyita sejumlah barang miliknya terkait kasus dugaan korupsi pembangunan gedung olahraga di Hambalang.

Dikatakan, semua yang dokumen yang berkaitan dengan proyek Hambalang, baik di kantornya, maupun di kediamannya telah diamankan satgas KPK.

Namun, ada yang menarik dalam penyitaan barang-barang di kediamanya yang beralamat di Jalan Kartika Pinang Sektor 7, Pondok Pinang, Jakarta.

Diungkapkan Mahfud, petugas dari lembaga yang dipimpin Abraham Samad Cs itu juga turut menyita buku Yasin atau surat Yasin miliknya.

"Surat Yasin, bergambar foto Anas Urbaningrum," kata Mahfud saat diwawancarai seusai menjalani pemeriksaan saksi di KPK, Jakarta, Senin (19/11/2012) sore.

Ditambahkan, dirinya memiliki hubungan keluarga dengan Anas Urbaningrum, memalui isteri Anas, Anas Athiyyah Laila.

Sementara terkait kasus Hambalang sendiri, Mahfud menegaskan melakukan pekerjaan sesuai aturan. Dia juga membantah jika uang Rp 63 Miliar yang diterima PT Dutasari, sesuai temuan BPK, merupakan fee proyek Hambalang.

"Itu (63 Miliar) uang muka. Bukan fee. Itu uang muka untuk PT Dutasari mengerjakan proyeknya (mekanikal electrical)," kata Mahfud.

Seperti diketahui, audit BPK mengungkap MS (Mahfud Suroso) selaku Direktur Utama PT Dutasari Citralaras menerima uang muka sebesar Rp 63.300.942.000 yang tidak seharusnya diterima.

Temuan aliran dana ini diduga terkait dengan pernyataan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin beberapa waktu lalu.

Ia menyebut PT Dutasari Citralaras berperan dalam menampung fee proyek Hambalang kemudian mengalokasikannya ke Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, serta ke DPR. Namun, baik Anas maupun Andi membantah pertanyaan Nazaruddin.

Sedangkan transaksi yang direkam PPATK, didapatkan, Mahfud Suroso telah menerima uang sebesar Rp1miliar dari M Arifin yang merupakan komisaris PT Meraphora Solusi Global (MSG). PT MSG adalah  salah satu perusahaan konsultan perencanaan proyek Hambalang. Dana itu dikirim dalam tiga kali termin pada 2011

Dana proyek pembangunan Pusat Pelatihan Pendidikan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, diketahui banyak mengalir ke perusahaan milik Komisaris PT Dutasari Citralaras, Machfud Suroso.

Tidak hanya itu, dari data Laporan Hasil Analisis (LHA) Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tercatat juga adanya aliran dana dari pemenang proyek Hambalang PT Adhi Karya Tbk kepada Mahfud.

Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Rachmat Hidayat
1 KOMENTAR
1144841 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Oooiii-Senin, 19 November 2012 Laporkan
    Gampang aja menelusuri
    aliran uang 63 milyar tsb.
    Apapun omongan Mahfud ini,
    dg muda dimentahkan, bila
    KPK benar2 ada niat. Nga
    ada yg sulit utk bahan
    telaah kasus Hambalang
    ini, yg sulit tentu
    niatnya. Punya keberanian
    nga berhdpan dg kekuatan
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas