Minggu, 26 April 2015
Tribunnews.com

1.169 Prajurit TNI Berangkat ke Lebanon

Rabu, 21 November 2012 13:42 WIB

1.169 Prajurit TNI Berangkat ke Lebanon
ISTIMEWA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, melepas 1.169 prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda (Konga), dengan upacara militer di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (21/11/2012).

Ke-1.169 prajurit TNI akan bertugas menjaga perdamaian di Lebanon dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Ke-1.169 prajurit TNI terdiri dari 850 personel Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-G dipimpin Mayor Inf Lucky Avianto, 75 personel Military Police Unit (MPU) Konga XXV-E dipimpin Letkol Cpm Subiyakto, 150 personel Force Protection Company (FPC) Konga XXVI-E2 dipimpin Mayor Inf Yuri Eliyas, 50 personel Satgas Force Headquarter Support Unit (SFQSU) Konga XXVI-E1 dipimpin Kolonel Inf Karmin, enam personel Satgas CIMIC TNI Konga XXXI-C dipimpin Letkol Inf Ilyas, 18 personel Satgas Military Community Outtreach Unit (MCOU) Konga XXX-C dipimpin Mayor Inf Nasrul, sembilan personel Satgas Level 2 Hospital XXIX-E dipimpin Letkol Kes dr Paulus Supriyono, dan 11 personel Milstaf Seceast dipimpin Kolonel Inf Rezerius.

"Penugasan yang akan dilaksanakan merupakan implementasi dari cita-cita bangsa Indonesia,  yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alinea empat yang berbunyi 'ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial'," tegas Panglima TNI dalam keterangan pers yang diterima Tribun.

Tekad mulia ini dijabarkan dalam pasal 20 ayat 3 UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI,  yang menegaskan tentang penggunaan kekuatan TNI dalam rangka tugas perdamaian dunia.
Pasal tersebut secara jelas menegaskan, bahwa TNI melaksanakan tugas perdamaian dunia sesuai kebijakan politik luar negeri Indonesia.

"Dewan Keamanan PBB pada 23 September 2012 telah memperbarui mandat bagi pasukan pemeliharaan perdamaian PBB di Lebanon hingga 2013, dengan tujuan memastikan pencapaian stabilitas di Lebanon, dan memastikan bahwa tidak ada tindakan intimidasi terhadap pasukan sementara PBB di Lebanon-United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL," jelas Laksamana Agus Suhartono dalam amanatnya.

Panglima menuturkan, pembaharuan mandat PBB terjadi di tengah kekhawatiran meningkatnya dampak dari konflik yang telah terjadi selama 17 bulan di wilayah tetangga Lebanon, yaitu Suriah.

Halaman123
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Yaspen Martinus
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas