Minggu, 21 Desember 2014
Tribunnews.com

Dicecar Soal Ijazah Palsu, KPU Pamekasan Bingung

Kamis, 22 November 2012 19:56 WIB

Dicecar Soal Ijazah Palsu, KPU Pamekasan Bingung
kpu.go.id
Logo Komisi Pemilihan Umum (KPU)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua KPU Pamekasan Muhammad Ramli dan empat anggota KPU, Nur Azizah, Atnawi, Ali Wafa, dan Moh Dlohiri tidak mampu menjawab pertanyaan saat sidang pelanggaran kode etik yang digelar Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di gedung Bawaslu, Jakarta.

Kelimanya hanya saling pandang dan kebingungan saat ditanya seputar berkas pencalonan Kholilurrahman yang diduga tidak memiliki ijazah Madrasah Ibtidaiyah(MI) atau setingkat SD.

Sementara untuk perosalan lainnya, hanya dijawab apa adanya dan terkesan kurang argumentatif.

Ketua Majelis Sidang Nur Hidayat Sardini lantas menanyakan apakah terlapor memahami persoalan tersebut. Namun, Ketua KPU Pamekasan menjawab kedatangannya ke DKPP berdasarkan surat untuk mengklarifikasi berkas pencalonan Kholilurrahman.

"Saya tanya Anda bisa memahami enggak dengan pokok aduan?" tanya Nur Hidayat dalam siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Kamis(22/11/2012). .

Ketua KPU Pamekasan Muhammad Ramli pun terlihat bingung.

Akhirnya Nur Hidayat mempersilakan anggota KPU lainnya untuk membantu menjawab. Lagi-lagi KPU terlihat tidak siap dan diskusi kecil diantara mereka.

Sidang dimulai dengan pemaparan dari tim advokasi pasangan calon Bupati Pamekasan Achmad Syafii-Halil (ASRI) yang diwakili Muhammad Alim. Dalam paparannya, Alim membeberkan dugaan ketidaknetralan KPU karena terkesan menguntungkan calon tertentu.

Sebab, KPU membatalkan pasangan ASRI dengan alasan Halil memiliki nama ganda. Padahal, calon lain atas nama Kholilurrahman memiliki tiga nama berbeda di berkas ijazah MI atas nama M.Cholil, MTs atas nama Kolilurrahman, MA atas nama Kholilur Rahman.

"Ini kacau sekali, padahal soal nama Halil tidak ada masalah berdasarkan penetapan pengadilan. Selain dikenal dengan nama Halil juga dikenal dengan nama Kholil Asyari. Tapi penetapan pengadilan ini diabaikan KPU," ujar Alim.

Dia melanjutkan, Kholilurrahman yang diduga tidak punya ijazah justru diloloskan. MIN Karanganyar sendiri menyatakan tidak pernah mengeluarkan surat keterangan lulus atas nama M. Cholil, karena tidak ada arsip ijazah.

"Panwalsu juga merekomendasikan kalau calon incumbent tak punya ijazah," kata Alim.

Penulis: Willy Widianto

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas