Senin, 2 Maret 2015
Tribunnews.com

Dicecar Soal Ijazah Palsu, KPU Pamekasan Bingung

Kamis, 22 November 2012 19:56 WIB

Dicecar Soal Ijazah Palsu, KPU Pamekasan Bingung
kpu.go.id
Logo Komisi Pemilihan Umum (KPU)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua KPU Pamekasan Muhammad Ramli dan empat anggota KPU, Nur Azizah, Atnawi, Ali Wafa, dan Moh Dlohiri tidak mampu menjawab pertanyaan saat sidang pelanggaran kode etik yang digelar Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di gedung Bawaslu, Jakarta.

Kelimanya hanya saling pandang dan kebingungan saat ditanya seputar berkas pencalonan Kholilurrahman yang diduga tidak memiliki ijazah Madrasah Ibtidaiyah(MI) atau setingkat SD.

Sementara untuk perosalan lainnya, hanya dijawab apa adanya dan terkesan kurang argumentatif.

Ketua Majelis Sidang Nur Hidayat Sardini lantas menanyakan apakah terlapor memahami persoalan tersebut. Namun, Ketua KPU Pamekasan menjawab kedatangannya ke DKPP berdasarkan surat untuk mengklarifikasi berkas pencalonan Kholilurrahman.

"Saya tanya Anda bisa memahami enggak dengan pokok aduan?" tanya Nur Hidayat dalam siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Kamis(22/11/2012). .

Ketua KPU Pamekasan Muhammad Ramli pun terlihat bingung.

Akhirnya Nur Hidayat mempersilakan anggota KPU lainnya untuk membantu menjawab. Lagi-lagi KPU terlihat tidak siap dan diskusi kecil diantara mereka.

Halaman12
Penulis: Willy Widianto
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas