• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribunnews.com

LPSK Siap Lindungi Mantan Istri Bupati Garut

Sabtu, 1 Desember 2012 16:21 WIB
LPSK Siap Lindungi Mantan Istri Bupati Garut
net
Fani, mantan istri Bupati Garut

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nicolas Timothy

TRIBUNNEWS.COM, BANTEN - Ketua Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) Abdul Haris Semendawai mengatakan, pihaknya mempersilahkan Fani Oktora (18), mantan istri Bupati Garut Aceng HM Fikri untuk mengajukan permohonan jika mendapatkan ancaman ketika ingin melaporkan kasusnya.

"Kalau dia merasa ada ancaman atau tekanan terhadap dirinya, ya silahkan saja minta ke LPSK untuk mendapatkan perlindungan," ujar Abdul Haris di Hotel Mambruk Anyer, Banten, Sabtu (1/12/2012).

Abdul Haris mengatakan, apabila memang ada dasar kuat ada indikasi ancaman jika Fani Oktora melapor ke pihak berwajib, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk memberikan perlindungan.

"Nantinya kalau ada dasar yang kuat untuk melindungi dia, maka kami akan melakukan kerjasama dengan aparat kepolisian setempat untuk memberikan proteksi terhadap dirinya," tutur Abdul Haris.

Sebelumnya, dalam konferensi pers di Garut, Rabu (28/11/2012), Bupati Aceng Fikri bersikeras tidak menyalahi aturan saat menikah siri dengan Fani. Ia justru menganggap kasus ini sengaja diembuskan lawan politik guna mencemarkan nama baiknya.

"Masalah ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan sejak 16 Agustus 2012 dengan surat kesepakatan di atas meterai, dengan kompensasi nominal tertentu. Mungkin ada pihak yang mau menghancurkan nama baik saya jelang Pemilihan Bupati Garut 2013 nanti," kata Aceng.

Aceng Fikri dilaporkan menikahi Fani Oktora pada 16 Juli 2012, namun dia menceraikan perempuan itu empat hari kemudian dengan alasan Fani sudah tidak perawan.

Skandal ini langsung mendapat perhatian dan sikap Aceng menuai kecaman dari berbagai pihak. Sebagai kepala daerah, tindakannya dianggap tidak pantas dan melanggar aturan hukum.

Ia dituduh melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak karena menikah dengan gadis di bawah umur dan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Perdagangan Manusia karena menjanjikan imbalan tertentu untuk mau dinikahi.

Aceng sendiri saat ditanya wartawan tidak membenarkan atau menolak kabar tentang pernikahan. Ia hanya mengatakan masalah itu menjadi urusan pribadi yang tidak semua orang ia izinkan untuk mengetahuinya.

Sejak kasusnya mencuat di media, Fani Oktora, perempuan muda yang dinikahi Bupati Garut Aceng Fikri, belum menampakkan diri.

Hanya seorang kerabat kepercayaan keluarga besar yang menjadi juru bicara perempuan itu.

Tidak hanya keluarga besar yang bersikap protektif terhadap perempuan berusia 19 tahun itu, tetapi juga para tetangga keluarga itu di Kampung Cukang Galeuh, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut.

Berdasarkan informasi, Fani dan kedua orangtuanya kini berada di kantor Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Garut.

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Anwar Sadat Guna
2 KOMENTAR
1180402 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Gasa Alang-Senin, 3 Desember 2012 Laporkan
    gimana si aceng ini,klu lu itu bukan bupati gak dimasalahi orang mau kawin 4 pun gak masaal;ah,tapi lu itu bupati,yang lu pake itu semua fasilitas milik rakyat,eee enak di lu aje kawin 4 hari moral lu itu dimana,masak jabatan politis gak ada sainagn nya s
  • aris-Sabtu, 1 Desember 2012 Laporkan
    namanya aja NGACENG FIKRI... ya pasti ga jauh dari selangkangan.
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas