Ini Nama-nama Calon Kuat Ketua Umum Partai Nasdem

Partai NasDem segera menggelar kongres pada akhir Januari 2013 mendatang. Keputusan pelaksanaan kongres

Ini Nama-nama Calon Kuat Ketua Umum Partai Nasdem
Tribun Lampung/Perdiansyah
Ketua Majelis Nasional Partai Nasdem Surya Paloh hadir di GOR Saburai Bandar Lampung Minggu (30/9/2012). Surya Paloh hadir dalam rangka menghadiri deklarasi dan pelantikan garda pemuda, garda wanita malahayati, liga mahasiswa nasdem, badan advokasi hukum dan gerakan massa buruh. (Tribun Lampung/Perdiansyah)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai NasDem segera menggelar kongres pada akhir Januari 2013 mendatang. Keputusan pelaksanaan kongres sudah final diambil setelah Ketua Majelis Nasional Surya Paloh, Ketua Umum Patrice Rio Capella mengadakan pertemuan dengan Ketua Umum DPW Partai Nasdem se-Indonesia pada Rabu malam lalu di Jakarta.

Informasi yang diperoleh, ada sejumlah nama yang dimunculkan pengurus wilayah untuk menjadi Ketua Umum Partai Nasdem mendatang.

Di antaranya, Surya Paloh, Patrice Rio Capella, Ketua Dewan Pakar Hary Tanoesudibjo, dan anggota Dewan Pembina NasDem Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto.

Menurut Indria Samego, Pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Surya Paloh dinilai lebih mampu menjalankan mesin partai, jika menjabat Ketua Umum.

Sebagai ikon partai, menurutnya, Paloh dapat menambah soliditas dan militansi setiap kader, terutama pengurus daerah.

"Sejauh ini, selain Paloh, yang dikenal publik Hary Tanoe. Tapi, saya ragu kalau Hary jadi ketua. Track record dia dalam memimpin massa dan pengalaman politik masih kurang. Kalau untuk urusan bisnis, memang ya," ujarnya saat dihubungi, Minggu (9/12/2012).

Indria juga menilai tidak tepat kalau Endriartono yang memimpin Partai NasDem. Selain sebagai orang yang baru bergabung di partai tersebut, menurutnya, Endriartono belum memiliki pengalaman politik yang mempuni. Bahkan, jika dipaksakan, Endriartono jadi ketua umum, justru dinilai Indria berpotensi menghambat perkembangan partai.

"Jangan karena mantan Panglima (TNI) terus dijadikan pertimbangan. Track record dia memimpin massa itu tidak ada juga. Orang-orang militer terbiasa dengan garis komando yang jelas dan berpikir hirarkis. Sementara sebagai partai baru yang ingin tumbuh besar lagi, Partai NasDem perlu orang yang terbuka," terangnya.

Justru, bagi Indria, sekalipun Rio selama ini tidak jadi ikon seperti Surya Paloh, tapi peluang dia bisa memimpin partai sama besarnya dengan Bos Media Grup itu. Karena, bisa jadi memang keberhasilan dia dalam meloloskan partai jadi peserta Pemilu bersama tim di DPP sekarang, tidak diketahui publik.

"Kalau memang dia (Rio) dikehendaki partai, tidak masalah," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Widiyabuana Slay
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help