• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribunnews.com

Ini Nama-nama Calon Kuat Ketua Umum Partai Nasdem

Minggu, 9 Desember 2012 10:16 WIB

Ini Nama-nama Calon Kuat Ketua Umum Partai Nasdem
Tribun Lampung/Perdiansyah
Ketua Majelis Nasional Partai Nasdem Surya Paloh hadir di GOR Saburai Bandar Lampung Minggu (30/9/2012). Surya Paloh hadir dalam rangka menghadiri deklarasi dan pelantikan garda pemuda, garda wanita malahayati, liga mahasiswa nasdem, badan advokasi hukum dan gerakan massa buruh. (Tribun Lampung/Perdiansyah)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai NasDem segera menggelar kongres pada akhir Januari 2013 mendatang. Keputusan pelaksanaan kongres sudah final diambil setelah Ketua Majelis Nasional Surya Paloh, Ketua Umum Patrice Rio Capella mengadakan pertemuan dengan Ketua Umum DPW Partai Nasdem se-Indonesia pada Rabu malam lalu di Jakarta.

Informasi yang diperoleh, ada sejumlah nama yang dimunculkan pengurus wilayah untuk menjadi Ketua Umum Partai Nasdem mendatang.

Di antaranya, Surya Paloh, Patrice Rio Capella, Ketua Dewan Pakar Hary Tanoesudibjo, dan anggota Dewan Pembina NasDem Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto.

Menurut Indria Samego, Pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Surya Paloh dinilai lebih mampu menjalankan mesin partai, jika menjabat Ketua Umum.

Sebagai ikon partai, menurutnya, Paloh dapat menambah soliditas dan militansi setiap kader, terutama pengurus daerah.

"Sejauh ini, selain Paloh, yang dikenal publik Hary Tanoe. Tapi, saya ragu kalau Hary jadi ketua. Track record dia dalam memimpin massa dan pengalaman politik masih kurang. Kalau untuk urusan bisnis, memang ya," ujarnya saat dihubungi, Minggu (9/12/2012).

Indria juga menilai tidak tepat kalau Endriartono yang memimpin Partai NasDem. Selain sebagai orang yang baru bergabung di partai tersebut, menurutnya, Endriartono belum memiliki pengalaman politik yang mempuni. Bahkan, jika dipaksakan, Endriartono jadi ketua umum, justru dinilai Indria berpotensi menghambat perkembangan partai.

"Jangan karena mantan Panglima (TNI) terus dijadikan pertimbangan. Track record dia memimpin massa itu tidak ada juga. Orang-orang militer terbiasa dengan garis komando yang jelas dan berpikir hirarkis. Sementara sebagai partai baru yang ingin tumbuh besar lagi, Partai NasDem perlu orang yang terbuka," terangnya.

Justru, bagi Indria, sekalipun Rio selama ini tidak jadi ikon seperti Surya Paloh, tapi peluang dia bisa memimpin partai sama besarnya dengan Bos Media Grup itu. Karena, bisa jadi memang keberhasilan dia dalam meloloskan partai jadi peserta Pemilu bersama tim di DPP sekarang, tidak diketahui publik.

"Kalau memang dia (Rio) dikehendaki partai, tidak masalah," ujarnya.

Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Toto I. Fattah mengatakan, sejauh ini yang teruji jadi ikon Partai NasDem adalah Surya Paloh. Menurutnya, itu juga yang membuat kemunculan partai ini fenomenal. Tetapi, menurut dia, Surya Paloh sebaiknya justru tidak jadi ketua partai.

"Ikon partai tidak selalu harus jadi ketua umum," terangnya.

Dia menyarankan, Surya Paloh tidak ikut bertarung merebut kursi ketua umum. Jabatan ketua umum bagi Surya Paloh justru menurunkan harga jual dirinya.

"Cukup buat SP ambil posisi sebagai king maker seperti Pak Harto di Golkar dulu dan SBY di Demokrat," ujarnya.

Belakangan publik mengenal sosok Partai Nasdem identik dengan Hary Tanoe seiring munculnya iklan-iklannya di media massa secara massif. Namun, sambung Toto, itu tidak meningkatkan elektabilitas partai lantaran jangkauan politik bos MNC itu dinilai sangat segmented.

"Kalau mau jadi ikon, tantangannya harus bisa menjadikan nyaman semua kalangan," ujarnya.

Justru Toto menjagokan Endriartono sebagai figur yang pas memimpin partai. Endriartono merepresentasikan gerbong militer. Menjadi klop, karena konstituen Partai Nasdem mengidolakan figur yang tegas.

"Sosok Endriartono lebih pas, cukup kapable, mantan Panglima, berpengalaman, dan bisa menggerakkan mesin partai untuk kebesaran partai," terangnya.

Terkait Rio, dia menambahkan, sejauh ini publik belum tahu banyak soal apa yang sudah dia kerjakan selama jadi ketua, meski berhasil meloloskan partai jadi peserta Pemilu 2014.

Karena itu, Toto tidak mempersoalkan bila Rio kembali jadi ketua partai karena sudah banyak memberikan kontribusi. Menurut survei LSI terakhir, elektabilitas Nasdem melonjak signifikan.

"Mesin partai NasDem sejauh ini lebih siap, solid dan maju ketimbang Golkar," imbuhnya.

Sementara itu, bagi pengamat politik senior Arbi Sanit, tidak masalah siapapun yang akan jadi ketua umum. Asalkan, proses pemilihannya berlangsung secara demokratis, bukan dengan cara-cara otoritarianisme.

"Kalau melalui forum kongres, sah-sah saja Surya Paloh jadi ketua. Tapi jangan dengan cara politik personal, memaksakan diri mengambil alih kepengurusan yang bukan melalui forum resmi partai. Kalau pemaksaan, partai ini tidak akan memiliki masa depan," terang Arbi.

Menurut dia, Surya Paloh harus bersikap hati-hati dan tidak bertindak semaunya meskipun dia adalah pendiri partai. Sebab, kalau dia bersikap semaunya, akan menyulut konflik. Karena kader yang lain merasa disepelekan.

"Siapapun yang terpilih tidak ada masalah. Yang penting ada kedewasaan mau menerima dan kekalahan," imbuhnya.

Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Widiyabuana Slay
0 KOMENTAR
1203411 articles 0 0
Default
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas