Ruhut Didepak Dari DPP Demokrat

Ruhut Sitompul Sang 'Mulut' Kontroversial

Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul sepekan ini menjadi sorotan, terkait pencopotannya dari kursi Ketua DPP Partai Demokrat.

Ruhut Sitompul Sang 'Mulut' Kontroversial
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Ruhut Sitompul diusir dari acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) Partai Demokrat di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/12/2012).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul sepekan ini menjadi sorotan, terkait pencopotannya dari kursi Ketua DPP Partai Demokrat.

Di balik pencopotannya, publik dipenuhi spekulasi, apakah karena pernyataannya yang sering kontroversial atau alasan lain. Yang jelas, Ruhut kerap berbicara ke pers, meminta Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum mundur dari jabatannya.

Dari dulu, perrnyataan Ruhut selalu kontroversial. Tribunnews.com, Minggu (16/12/2012), mengutip dari Wikipedia sejumlah pernyataan Ruhut beberapa tahun sebelumnya, yang mengundang polemik.

Pada 3 Juni 2009, Front Pembela Islam (FPI) menyatakan akan menangkap Ruhut Sitompul atas pernyataannya yang telah menyinggung etnis Arab, bila polisi tidak menanggapi permintaan Forum Keturunan Arab Indonesia (FOKARI) yang sebelumnya juga sudah meminta polisi menangkap Ruhut.

Atas kejadian ini, Ruhut mendapatkan teguran dari Partai Demokrat, dan kemudian secara pribadi dan atas nama Partai Demokrat, Ruhut meminta maaf atas pernyataannya. Kasus ini tidak berlanjut hingga ke pengadilan.

Isu rasis kembali menimpa Ruhut dalam diskusi 'Angket Century SBY Jatuh' yang digelar Forum Umat Islam di Wisma Darmala Sakti, Jakarta. Dalam diskusi tersebut, Ruhut mengatakan, "Kasus yang seperti begini dari dulu sudah ada. Sejak zaman Megawati sudah ada, waktu itu Sri Mulyani-nya (maksudnya Menkeu) Si Cina, Kwik Kian Gie."

Salah seorang peserta diskusi, Adi, meminta pencabutan kata-kata rasis tersebut, namun Ruhut akhirnya keluar meninggalkan ruangan. Beberapa pernyataan Ruhut lain yang mengundang kontroversi di antaranya soal tantangan 'potong kuping' dan 'potong leher'.

Pada 20 November 2009, Ruhut mengeluarkan pernyataan merelakan kupingnya dipotong, jika dana bailout Rp 6,7 triliun Bank Century mengalir ke Partai Demokrat dan Presiden SBY.

"Tidak ada kaitannya SBY dan Demokrat dengan aliran dana Bank Century. Kalau ada, potong kuping Ruhut Sitompul."

Berdekatan dengan pernyataan itu, Ruhut juga menyatakan lehernya siap ditebas pedang, jika putra kesayangan SBY, Edhie Baskoro (Ibas) juga menikmati 'uang haram' Kasus Bank Century.

Halaman
12
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Yaspen Martinus
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved