Minggu, 5 Juli 2015
Tribunnews.com

Cerita Lion Air yang Nyaris Tabrakan

Selasa, 18 Desember 2012 08:46 WIB

Cerita Lion Air yang Nyaris Tabrakan
(Tribunnews/Hendra Gunawan)
Lion Air

TRIBUNNNEWS.COM,JAKARTA-- Tragedi tabrakan pesawat di udara nyaris melanda dua pesawat Lion, Minggu (16/12/2012) lalu.

Kedua pilot kehilangan arah hingga hampir near miss (tabrakan) di udara, akibat tiadanya panduan sistem radar Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang lumpuh sekitar 15 menit.Radar udara Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Cengkareng, sempat mati selama 15 menit, setelah Uninterruptible Power Supply (UPS) terbakar. Runyamnya, UPS ini terbakar setelah listrik bandara padam.

Peristiwa near miss itu terungkap setelah Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa memerintahkan investigasi terbakarnya UPS dalam sistem radar Air Traffic Controller (ATC) Bandara Soetta, Senin (17/12/2012).

"Saya tidak tahu (penyebabnya), ada sistem yang terbakar. Ini harus diinvestigasi, karena menyangkut keselamatan penumpang dan image bangsa dalam dunia penerbangan internasional," kata Menko Perekonomian, Hatta Rajasa di Istana Negara Jakarta.

Mantan Menteri Perhubungan itu menjelaskan, peristiwa 15 menit itu nyaris membuat petaka dunia penerbangan di Indonesia. "Hampir terjadi near miss antara dua pesawat, Lion dan Lion. Yang Lion return to base (RTB), RTB ke masing-masing tempat, dan dua pesawat divert (alih) ke Semarang," tutur Hatta.

Hatta mengemukakan, pesawat di udara terbang tanpa panduan sekitar 15 menit. Padahal, 15 menit di udara itu waktu yang panjang.

"Jadi selama 15 menit itu blackout, panjang waktunya di udara," tandasnya.

Halaman123
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Rachmat Hidayat
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas