• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 31 Juli 2014
Tribunnews.com

Ancora: Salah Alamat

Senin, 24 Desember 2012 08:40 WIB
Ancora: Salah Alamat
Kompas.com

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Tudingan Timwas Century DPR terhadap keterkaitan aliran dana bailout Bank Century dengan PT Ancora Land, salah satu divisi Grup Ancora milik pengusaha sekaligus Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, dianggap direksi Ancora keliru.

Direktur Pelaksana Ancora International, Pungki Sampurno menilai tudingan Timwas Century DPR yang menyebut perusahaan properti ini mendapat aliran dana bailout dari Bank Century milik Robert Tantular saat membeli lahan dan lapangan golf seluas 22 hektare di Fatmawati, Jakarta Selatan, salah alamat.

Alasan Pungki, pihaknya membeli lahan tersebut pada 2010 pada PT Graha Nusa Utama (GNU) selaku pemilik lahan. Pembelian itu jauh setelah kasus Century mencuat.

"Ini murni urusan bisnis. Jadi tudingan Timwas itu salah alamat, kenapa dikait-kaitkan sampai nama Pak Gita (Wirjawan) disebut," tegas Pungki di Jakarta, pekan lalu.

Pungki menjelaskan, lahan ini sebelumnya memang penuh masalah, karena disengketakan Kementerian Kesehatan dan Yayasan Fatmawati (dulu bernama Yayasan Soekarno) sejak 1988-2000. Hingga akhirnya Yayasan berhak atas 22 hektare lahan.

PT GNU lantas mengelola lahan tersebut karena yayasan bangkrut. Kemudian, Ancora membeli lahan itu pada Oktober 2010. Caranya dengan membeli 51 persen saham PT GNU senilai Rp 5,1 miliar menggunakan dana internal perusahaan.

Pungki menduga, Ancora bisa ikut terseret kasus Century, karena salah satu pengurus PT GNU bernama Toto Kuncoro merupakan rekanan bisnis Robert Tantular. "Ancora itu masuk pada 2010, malah mengeluarkan uang, bagaimana bisa disebut menerima aliran dana," tegas Pungki.

Sebelumnya, anggota Timwas Century DPR, Hendrawan Supratikno menuding pembelian mayoritas saham PT GNU oleh PT Ancora Capital tak wajar.

Padahal, kata Hendrawan, perusahaan ini bermasalah karena dijadikan Robert Tantular sebagai boneka untuk menyalurkan dan menyembunyikan semua aset, baik yang diperoleh dari Century maupun melalui kredit fiktif, serta Antaboga Delta Sekuritas Indonesia.

Menurut sumber kompeten, selaku rekanan yang pernah berbisnis dengan PT GNU, ada permainan dari pelaku usaha lain yang menginginkan lahan tersebut. Pengurus Yayasan Fatmawati turut andil dalam kisruh ini karena mereka malah mengontak beberapa pengusaha untuk membeli lapangan golf itu, tanpa koordinasi PT GNU atau Ancora.

Di antaranya investor yang diundang sepihak oleh yayasan adalah Cahyadi Komala alias Switeng. Mengaitkan pembelian lahan dengan kasus Century, jadi jalan agar kepemilikan Ancora lepas. Gita Wirjawan pun menyebut ada indikasi rekaya , agar jual beli tanah murni tersebut berkaitan kasus Century. (tribunnews/alb/mdc)

Editor: Rachmat Hidayat
Sumber: Tribun Jakarta
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1249481 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas