Senin, 26 Januari 2015
Tribunnews.com

Umat Kristen Paling Banyak Mendapat Kekerasan Beragama di 2012

Jumat, 28 Desember 2012 19:19 WIB

Umat Kristen Paling Banyak Mendapat Kekerasan Beragama di 2012
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Ratusan jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia melakukan ibadah Natal di depan Istana Merdeka Jakarta Pusat, Selasa (25/12/2012). Ibadah di depan istana dilakuan sebagai protes penyegelan gereja mereka karena disegel secara ilegal oleh pemerintah kota Bogor dan Bekasi.

Laporan Wartawan Tribunnews, Eri Komar Sinaga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - The Wahid Institute melaporkan sebanyak 274 kasus dan 363 tindakan pelanggaran atau kekerasan beragama di Indonesia terjadi sepanjang tahun 2012.

Umat Kristen/Katolik adalah kelompok yang paling rentan mengalami pelanggaran hak-hak beragama.

"Persoalan yang sering menimpa umat Kristiani paling banyak menyangkut rumah ibadah dan pelarangan aktifitas keagamaan seperti ibadah dan kebaktian," ujar Yenni Wahid, Direktur Eksekutif The Wahid Institute, dalam siaran persnya yang dihadiri Tribunnews.com, Jakarta, Jumat (28/12/2012).

Menurut Yenny, pelarangan pendirian tempat ibadah umat Kristiani disebabkan pemerintah tidak paham bahwa Kristen di Indonesia memiliki berbagai sekte atau denominasi dimana satu dengan lainnya berbeda.

"Keberadaan satu denominasi di satu wilayah membutuhkan rumah ibadah. Mereka biasanya tidak bisa beribadah di gereja yang berbeda denominasinya," kata pemilik nama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid itu.

Pemerintah setempat, lanjut Yenny, tidak bisa menerima perbedaan denominasi sehingga melakukan pembatasan.

Halaman12
Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Anwar Sadat Guna
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas