• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 23 September 2014
Tribunnews.com

Umat Kristen Paling Banyak Mendapat Kekerasan Beragama di 2012

Jumat, 28 Desember 2012 19:19 WIB
Umat Kristen Paling Banyak Mendapat Kekerasan Beragama di 2012
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Ratusan jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia melakukan ibadah Natal di depan Istana Merdeka Jakarta Pusat, Selasa (25/12/2012). Ibadah di depan istana dilakuan sebagai protes penyegelan gereja mereka karena disegel secara ilegal oleh pemerintah kota Bogor dan Bekasi.

Laporan Wartawan Tribunnews, Eri Komar Sinaga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - The Wahid Institute melaporkan sebanyak 274 kasus dan 363 tindakan pelanggaran atau kekerasan beragama di Indonesia terjadi sepanjang tahun 2012.

Umat Kristen/Katolik adalah kelompok yang paling rentan mengalami pelanggaran hak-hak beragama.

"Persoalan yang sering menimpa umat Kristiani paling banyak menyangkut rumah ibadah dan pelarangan aktifitas keagamaan seperti ibadah dan kebaktian," ujar Yenni Wahid, Direktur Eksekutif The Wahid Institute, dalam siaran persnya yang dihadiri Tribunnews.com, Jakarta, Jumat (28/12/2012).

Menurut Yenny, pelarangan pendirian tempat ibadah umat Kristiani disebabkan pemerintah tidak paham bahwa Kristen di Indonesia memiliki berbagai sekte atau denominasi dimana satu dengan lainnya berbeda.

"Keberadaan satu denominasi di satu wilayah membutuhkan rumah ibadah. Mereka biasanya tidak bisa beribadah di gereja yang berbeda denominasinya," kata pemilik nama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid itu.

Pemerintah setempat, lanjut Yenny, tidak bisa menerima perbedaan denominasi sehingga melakukan pembatasan.

Aliran atau kelompok diduga sesat juga menjadi bulan-bulanan kekerasan beragama dengan 25 kasus.

"Aparat negara selalu menggunakan sudut pandang aliran mainstream dalam menilai aliran-aliran baru tersebut. Perbedaan dengan mainstream dinilai bentuk kesalahan," ujar bekas koresponden surat kabar The Sydney Morning Herald, terbitan Australia.

Jemaat Ahmadiyah dan Syiah juga terus mengalami pelanggaran beragama. Syiah bahkan mengalami tahun terburuk di tahun 2012 dimana terjadi kekerasan di Sampang, Madura.

"Bahkan Gubernur Jawa Timur sendiri menerbitkan peraturan gubernur tentang pengawasan aliran sesat," kata putri kedua almarhum Gus Dur itu.

Berikut adalah statistik korban pelanggaran kebebasan beragama sepanjang tahun 2012.

Kristen/Katolik: 37
Kelompok terduga sesat: 25
Individu: 14
Jemaat Ahmadiyah Indonesia: 13
Syiah: 4
Pelaku usaha: 2
Kepercayaan lokal: 2
Lembaga pendidikan: 2
Narapidana: 1

Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Anwar Sadat Guna
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
1 KOMENTAR
1264001 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • jago tanduk-Jumat, 28 Desember 2012 Laporkan
    Tindak lanutnya bgm, Bu Yenni? Kasihan 'kan mereka?Dulu alm.Gus Dur pernah menyarankan agar izin pembangunan gereja tidak perlu ada sebab pembangunan mesjid juga ga perlu ada izin bangunan.
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas