Sabtu, 31 Januari 2015
Tribunnews.com

Kecelakaan Anak Jadi Batu Sandungan Pencapresan Hatta Rajasa

Rabu, 2 Januari 2013 08:47 WIB

Kecelakaan Anak Jadi Batu Sandungan Pencapresan Hatta Rajasa
KOMPAS images/KRISTIANTO PURNOMO
Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa didampingi istrinya, Oktinawati Ulfa Dariah Rajasa memberikan keterangan pers seputar kecelakaan yang dialami putranya, M Rasyid Rajasa di kediamannya di kawasan Fatmawati, Jakarta, Selasa (1/1/2013). M Rasyid Rajasa yang mengemudikan mobil BMW B 272 HR menabrak Daihatsu Luxio F 1622 CY dari belakang dan mengakibatkan dua orang penumpang Daihatsu Luxio meninggal. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peluang Hatta Rajasa untuk menjadi calon presiden akan dipengaruhi peristiwa kecelakaan yang melibatkan anaknya M Rasyid Amirulloh. Hal itu diungkapkan Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi ketika dihubungi Tribunnews.com, Rabu (2/1/2013).

"Memang, secara otomatis masyarakat akan mengaitkan tragedi ini dengan ambisi Hatta Rajasa. Misalnya, akan ada yang berkomentar seperti ini, Mengurus anak saja tidak becus, mau ngurus rakyat Indonesia!" kata juru bicara presiden era Gus Dur itu.

Adhie pun mengaitkan peristiwa tersebut dengan penilaian masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Kebencian rakyat kepada para pembesar di pemerintahan SBY yang dinilai sangat korup sudah sampai pada titik kulminasi," katanya.

Untuk itu, kata Adhie, kecerobohan anak Hatta Rajasa yang mengakibatkan tewasnya dua penumpang mobil yang ditabraknya di tol Jagorawi, akan menjadi pembicaraan negatif di masyarakat.

"Karena menjadi pembicaraan masyarakat, media massa akan terus memberitakan setiap perkembangan dari tragedi BMW vs Daihatsu Luxio itu," imbuhnya.

Apalagi, Adhie melanjutkan Hatta merupakan besan SBY sehingga peristiwa tersebut makin ramai dibicarakan publik.

Halaman12
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Ade Mayasanto
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas