• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 23 Agustus 2014
Tribunnews.com

Dirjen Peternakan Akan Terbuka dan Support Penyelidikan KPK

Kamis, 31 Januari 2013 15:02 WIB
Dirjen Peternakan Akan Terbuka dan Support Penyelidikan KPK
BERITA KOTA/ANGGA BN
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq dijemput penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari Kantor DPP PKS di Jakarta Selatan, Rabu (30/1/2013) malam. KPK menetapkan Luthfi Hasan Ishaaq menjadi tersangka karena diduga menerima suap terkait impor daging sapi. BERITA KOTA/Angga BN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan  Syukur Iwantoro, mengatakan pihaknya akan bersikap kooperatif selama KPK melakukan pemeriksaan di Direktorat Pimpinannya terkait kasus suap impor daging sapi yang tengah ditangani KPK.

"Kami akan kooperatif, data-data apapun yang dibutuhkan oleh kpk akan kami support," ujar Syukur di Kementerian Pertanian, Jl. Harsono RM. No. 3 Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (31/1/2013).

Sementara itu, terkait penyegelan ruangan kerjanya, Syukur menyebut hal tersebut tidak akan mengganggu aktivitas di Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan yang ia pimpin, aktifitas kerja tetap berjalan sebagaimana biasa.

"Ya masih disegel, tapi saya belum ke situ. Oh tidak, Insya Allah nggak terganggu," imbuhnya.

Menurut Syukur, penyegelan yang dilakukan KPK dilakukan terkait penyelidikan data-data yang dibutuhkan untuk kepentingan penyelidikan. Pihaknya sendiri menyatakan terbuka dan akan memberikan support serta bantuan yang dibutuhkan dalam proses penyelidikan.

Syukur juga mengaku tidak tahu sampai kapan penyegelan yang dilakukan KPK itu akan dilakukan, namun ia menyatakan akan terbuka membantu proses penyelidikan yang dilakukan KPK.

"Kami sangat terbuka dan support," tandasnya.

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka terkait kasus suap impor daging. Mereka adalah Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi yang merupakan Direktur PT Indoguna Utama, serta Ahmad Fathanah dan Presiden PKS Lutfi Hassan Ishaq.

Penyidik KPK mengamankan barang bukti berupa uang Rp1 miliar yang terdiri dari pecahan Rp100 ribu di mobil Ahmad Fathanah selepas ia bertemu Arya Abdi Effendi di gedung PT Indoguna.

Penulis: Bahri Kurniawan
Editor: Johnson Simanjuntak
Sumber: Tribun Jakarta
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1389002 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas