Ini Kata-kata Lutfi Hasan Ishaq Sebelum Mundur Jadi Presiden PKS

Jumat, 1 Februari 2013 09:44 WIB

Ini Kata-kata Lutfi Hasan Ishaq Sebelum Mundur Jadi Presiden PKS
Warta Kota/Henry Lopulalan
Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA-- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq ditahan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Rutan militer Pomdam Guntur Jaya, Manggarai, Jakarta Selatan. Orang nomor wahid di partai berlambang padi dan kapas itu ditahan seusai menjalani pemeriksaan hampir 18 jam penyidik KPK.

Luthfi keluar kantor pimpinan Abraham Samad Cs, pukul 17.30 WIB. Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq resmi ditahan KPK. Tepat pukul 17.40 WIB, Luthfi dibawa penyidik KPK menuju Rutan Pomdam Jaya. Luthfi terlihat tegang. Luthfi memakai baju tahanan KPK berwarna putih dengan tulisana Tahanan KPK.

Tanpa didampingi satu orang kader PKS. Layaknya tahanan lain, anggota komisi I DPR itu memakai baju tahanan KPK berwarna putih. Luthfi yang sudah menjalani pemeriksaan cukup lama itu terlihat kelelahan dari wajahnya.

Juru Bicara KPK, Johan Budi membenarkan penahanan Lutfi di Rutan Guntur. Hal itu dilakukan guna kepentingan penyidikan. "Di tahan untuk 20 hari pertama," kata Johan.

Sebelum memasuki mobil tahanan KPK, Luthfi sempat memberikan keterangan mengenai statusnya di partai PKS untuk kelanjutannya. "Organisasi partai harus berjalan meski saya tidak dapat menjalankan organisasi partai," ujar Luthfi yang menyampaikan pernyataan sebelum ditahan ke Rutan Guntur.

Luthfi juga mengatakan, telah mengajukan pengunduran diri dari jabatan Presiden PKS. "Bahwa mulai hari ini saya mengajukan pengunduran diri sebagai Presiden PKS kepada Ketua Majelis Syuro agar bisa segera diproses sesuai mekanisme organisasi," jelas Luthfi.

Namun, dia tidak mau membahas sedikit pun mengenai persoalan kasus penyuapan yang dikabarkan mencapai Rp 40 miliar. Walau terbelit kasus menggemparkan, Luthfi Hasan Ishaaq berharap partainya tetap berjalan dengan baik. "Insya Allah, PKS ada saya atau tidak, akan tetap berjalan dan lebih besar," kata Luthfi.

Halaman
123
Editor: Rachmat Hidayat
Sumber: Tribun Jakarta
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help