• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Tribunnews.com

Ini Kata-kata Lutfi Hasan Ishaq Sebelum Mundur Jadi Presiden PKS

Jumat, 1 Februari 2013 09:44 WIB
Ini Kata-kata Lutfi Hasan Ishaq Sebelum Mundur Jadi Presiden PKS
Warta Kota/Henry Lopulalan
Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA-- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq ditahan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Rutan militer Pomdam Guntur Jaya, Manggarai, Jakarta Selatan. Orang nomor wahid di partai berlambang padi dan kapas itu ditahan seusai menjalani pemeriksaan hampir 18 jam penyidik KPK.

Luthfi keluar kantor pimpinan Abraham Samad Cs, pukul 17.30 WIB. Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq resmi ditahan KPK. Tepat pukul 17.40 WIB, Luthfi dibawa penyidik KPK menuju Rutan Pomdam Jaya. Luthfi terlihat tegang. Luthfi memakai baju tahanan KPK berwarna putih dengan tulisana Tahanan KPK.

Tanpa didampingi satu orang kader PKS. Layaknya tahanan lain, anggota komisi I DPR itu memakai baju tahanan KPK berwarna putih. Luthfi yang sudah menjalani pemeriksaan cukup lama itu terlihat kelelahan dari wajahnya.

Juru Bicara KPK, Johan Budi membenarkan penahanan Lutfi di Rutan Guntur. Hal itu dilakukan guna kepentingan penyidikan. "Di tahan untuk 20 hari pertama," kata Johan.

Sebelum memasuki mobil tahanan KPK, Luthfi sempat memberikan keterangan mengenai statusnya di partai PKS untuk kelanjutannya. "Organisasi partai harus berjalan meski saya tidak dapat menjalankan organisasi partai," ujar Luthfi yang menyampaikan pernyataan sebelum ditahan ke Rutan Guntur.

Luthfi juga mengatakan, telah mengajukan pengunduran diri dari jabatan Presiden PKS. "Bahwa mulai hari ini saya mengajukan pengunduran diri sebagai Presiden PKS kepada Ketua Majelis Syuro agar bisa segera diproses sesuai mekanisme organisasi," jelas Luthfi.

Namun, dia tidak mau membahas sedikit pun mengenai persoalan kasus penyuapan yang dikabarkan mencapai Rp 40 miliar. Walau terbelit kasus menggemparkan, Luthfi Hasan Ishaaq berharap partainya tetap berjalan dengan baik. "Insya Allah, PKS ada saya atau tidak, akan tetap berjalan dan lebih besar," kata Luthfi.

Alasan mundur menurut Luthfi, karena ia ingin berfokus pada penyelesaian masalah hukum yang dihadapinya setelah menjadi tersangka kasus suap impor daging sapi . "Karena amanat Munas, PKS harus tiga besar dan saya harus menghadapi persoalan hukum yang membutuhkan waktu lama, " kata Luthfi.

Luthfi sebelumnya telah mengungkapkan rencana kemundurannya via telepon, ketika Dewan Syura PKS menggelar rapat mendadak di rumah Ketua Majelis Syura PKS Hilmi Aminudin, Desa Pagerwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 31 Januari 2013. Ketua Fraksi PKS DPR Hidayat Nur Wahid mengatakan, rencana itu pun sempat menjadi pembahasan dalam rapat dan diapresiasi.

Ketua Majelis Syuro, menurut Hidayat, sudah menyiapkan beberapa calon pengganti dengan mempertimbangkan suara peserta rapat. "Insya Allah besok siang (hari ini red) akan ada konferensi pers dari Ketua Majelis Syuro di kantor DPP (PKS) Jakarta," kata Hidayat.

Siapa saja pengganti Luthfi? "Soal siapa presiden PKS yang baru akan dibicarakan oleh Majelis Syuro di Lembang," kata Pengamat Politik Burhanuddin Muhtadi.
Namun demikian, Burhanuddin menyebut beberapa kriteria yang patut dipertimbangkan PKS soal pengganti Luthfi.

"Idealnya pengganti Lutfhi elite PKS yang dikenal citra positif, komitmen pemberantasan korupsi baik, dan punya jam terbang tinggi atasi tantangan politk 2014," kata Burhanuddin.

Dia juga menyebut calon Presiden PKS yang minim kontroversi. Dia menyebut antara lain Ketua Fraksi PKS DPR Hidayat Nur Wahid dan Calon Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

"Hidayat misalnya kandidat yang penting untuk dilirik salah satu calon Pesiden PKS pascapengunduran diri Lutfhi. Ada juga Ahmad Heriawan cuma masalahnya dia maju sebagai calon gubernur Jawa Barat," kata dia.

Bagaimana dengan beberapa senior PKS seperti Al Muzzamil Yusuf atau Suryama. Burhanuddin menyebut mereka kurang dikenal luas oleh masyarakat. Abdul Qodir/Bahri

Editor: Rachmat Hidayat
Sumber: Tribun Jakarta
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
1 KOMENTAR
1392041 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Buyung -Jumat, 1 Februari 2013 Laporkan
    Masih bisa menyebut kata Insya allah nih orang. Sepertinya sekarang Agama hanya seperti sebuah keyakinan tanpa pertanggungjawaban. Sehingga bisa seenaknya saja menyebut nama yg Maha Kuasa tanpa merasa bersalah. Inikah pimpinan yg harus jadi panutan pengik
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas