Jumat, 28 November 2014
Tribunnews.com

Maharani Suciyono Kaget Saat Diberi Uang Rp 10 Juta

Jumat, 1 Februari 2013 14:12 WIB

Maharani Suciyono Kaget Saat Diberi Uang Rp 10 Juta
facebook
Foto diduga Maharani atau Rani, mahasiswi yang ditangkap bersama Ahamad Fathanah, asisten Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso P

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mahasiswi yang sempat diamankan petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Hotel Le Meridien, Jakarta terkait kasus korupsi impor daging sapi, Maharani Suciyono (19), mengaku baru sekali bertemu dengan Ahmad Fathanah.

Ditemui Tribun di kediamannya di kawasan Condet, Jakarta Timur (1/2/2013), perempuan yang akrab dipanggil Rani itu mengatakan awal perkenalannya dengan pengusaha daging itu berawal saat ia dan teman-temannya tengah "kongkow" di sebuah kafe di Senayan City, Jakarta Pusat pada Senin malam, (28/1/2013).

Saat ia dan teman-teman menuju pintu keluar, tiba-tiba salah seorang pelayan menghentikan langkahnya, dan menyampaikan pesan dari seseorang bernama Ahmad, pelayan itu juga memberikan nomor telepon Ahmad.

"Saya sempat tanya ke pelayan, ini untuk saya, atau untuk teman saya, tapi katanya nomor itu untuk saya," ujarnya.

Rani pun menghubungi nomor itu, dan keduanya pun langsung sepakat untuk bertemu di Hotel Le Meridien keesokan harinya. Ahmad yang belakangan ia ketahui sebagai seorang pengusaha itu menjanjikan Rani makan malam.

"Dia (Ahmad) mengaku sebagai pengusaha dan ikut partai, saya diberi uang Rp 10 Juta, saya sempat kaget, saya tanya uang ini asli apa palsu," tambahnya.

Tak lama kemudian, petugas KPK pun datang dan langsung mengamankan Ahmad, termasuk dirinya. Rani mengaku salah seorang petugas sempat menyampaikan kepadanya, bahwa KPK sudah tahu kalau ia tidak ada sangkut pautnya dengan kasus dugaan korupsi impor daging sapi, namun Rani tetap diangkut ke kantor KPK.

"Saya ditanya-tanya lagi sama petugas KPK, saya mengaku tidak kenal dengan pak Ahmad," tandasnya.

Dari kasus itu, KPK juga ikut mengamankan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Lutfie Hasan Ishaaq, karena diduga terlibat dalam kasus korupsi tersebut.

Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas