• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 2 Oktober 2014
Tribunnews.com

Rani dan Fathanah Kaget Saat Pintu Kamar Hotel Dibuka

Jumat, 1 Februari 2013 09:54 WIB
Rani dan Fathanah Kaget Saat Pintu Kamar Hotel Dibuka
TEMPO/Seto Wardhana
Maharani, mahasiswi yang ikut tertangkap dalam operasi Tangkap Tangan KPK, usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jakarta, (31/1).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Edwin Firdaus dan Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penangkapan Ahmad Fathanah orang dekat Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq bersama Maharani di sebuah kamar Hotel Le Meridien dalam operasi tangkap tangan, dibenarkan pihak KPK.

"Dalam proses seperti itu, kami melihat, yang pertama ditangkap siapa, yaitu AFH. Ketika kami gerebek kamarnya, ia bersama seorang wanita. Kemudian kami lihat ada uang. Setelah uang itu, kami sudah tahu urut-urutannya," ujar Wakil Ketua Pimpinan KPK Bambang Widjojanto di kantornya, Jakarta, Kamis.

Diperoleh informasi, penyidik KPK menguntit keduanya selama di hotel. Awalnya, penyidik KPK menduga Luthfi akan datang menemui Ahmad di hotel. Saat penangkapan Ahmad dan Maharani, tim buru sergap KPK juga mengamankan uang senilai Rp 1 miliar.

Uang 'suap' berasal dari Direktur PT Indoguna Utama, Juard Effendi, dan Arya Abdi Effendi. Namun, saat dihitung, uang pecahan Rp 100 ribu hanya berjumlah Rp 990 juta. Sedangkan 10 juta sisanya ada di tas Maharani. "Petugas menemukan Rp 10 juta dari tas milik M. Uang tersebut disita KPK," jelas juru bicara KPK Johan  Budi SP.

Rangkaian operasi pengungkapan ini dimulai Selasa (29/1/2013) siang. KPK mendapati informasi akan terjadi penyerahan uang, mengikuti Fathanah yang meluncur ke kantor PT Indoguna Utama di Jalan Taruna No 8 Pondok Bambu. Pengintaian KPK positif. Di perusahaan yang bergerak penyuplai daging ke hotel-hotel, Fathanah menerima uang Rp 1 miliar dari Dirut PT Indoguna, Juard Effendi yang ditemani adiknya, Arby Effendi.

Begitu menerima uang Rp 1 miliar, Fathanah meluncur ke Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat. Sekitar pukul 19.00, Fathanah masuk ke hotel. KPK mendapat informasi, Fathanah akan menyerahkan uang ke seseorang. Namun ditunggu hingga pukul 20.20 WIB, orang yang ditunggu tidak datang. Karena orang yang ditunggu tidak kunjung tiba, Fathanah masuk ke kamar hotel.

Tim KPK pun terus menguntit Fathanah yang ingin masuk kamar. Ketika dia masuk lift, personel KPK turut naik secara santai, menyamar sebagai tamu hotel. Karena tidak memiliki kunci kamar, penyidik KPK terus menguntit Ahmad Fathonah, dan keluar lift di lantai serupa dengan kamar yang dipesan Ahmad.

Saat Ahmad Fathanah dan Maharani masuk ke kamar hotel, penyidik pura-pura melintas menuju kamar lain, padahal tujuannya untuk memastikan kamar yang ditempati Ahmad-Maharani. Sebagian lagi penyidik menunggu di loby Hotel Le Meridien.

Dengan meminta bantuan petugas hotel, KPK masuk ke kamar tersebut. "Saat kamar dibuka, Rani dan Fathanah kaget," ujar sumber TRIBUNnews.com.

Informasi lain dibeber Juru Bicara KPK Johan Budi SP. Ia menyebutkan Maharani dan Ahmad Fathanah ditangkap di lobi hotel saat mereka keluar dari lift. KPK pun mengeledah Fathanah dan Rani. Uang suap sebesar Rp 1 miliar ditemukan di dalam bungkus plastik 'kresek' warna hitam yang tersimpan di bagasi mobil. Sedangkan di tas Rani, ditemukan Rp 10 juta yang berasal dari pemberian Fathanah. Diduga, uang tersebut imbalan Rani menemani Fathanah.

Pakar Psikologi Politik Universitas Indonesia Hamdi Muluk menilai, penangkapan itu adalah fakta adanya dugaan gratifikasi seksual. Meskipun, pembuktiannya harus melewati proses hukum, dan perlu dipertanyakan mengapa mahasiswi ada di situ. "Ini ditujukan ke AF, bukan LHI," ucap Hamdi.

KPK, lanjutnya, memiliki cara pembuktian AF disogok melalui wanita. Ia menuturkan, cara itu juga memperlihatkan bahwa korupsi politik memiliki berbagai modus. "Ini sesuatu yang menjangkiti semua partai," imbuhnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku belum melangkah terlalu jauh, mengusut adanya dugaan suap dalam bentuk layanan seks, di luar dugaan suap berbentuk uang yang disita penyidik dalam operasi tangkap tangan Ahmad Fathanah dan Maharani di Hotel Le Meredien, Selasa (29/1/2013).

"Begini deh, jangan dikembang-kembangkan dulu. Bahwa kami mempunyai informasi iya. Cuma informasi ini pasti akan dipakai secara proporsional untuk kepentingan dari orang yang sekarang sedang diperiksa," ujar Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto.

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Ade Mayasanto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
5 KOMENTAR
1392071 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas