Presiden PKS Terlibat Suap

Rumah Luthfi-Rani Satu RT

RUMAH mewah tampak sunyi di sudut kompleks perumahan khusus, cluster di wilayah RT 03 RW 09 Batu Ampar, Jakarta Timur.

Rumah Luthfi-Rani Satu RT
TRIBUNNEWS/Abdul Qodir
Tampak depan rumah milik mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq, di komplek perumahan petinggi PKS di kawasan Batu Ampar, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (2/2/2013). Tribunnews.com/Abdul Qodir

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Qodir

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - RUMAH mewah tampak sunyi di sudut kompleks perumahan khusus, cluster di wilayah RT 03 RW 09 Batu Ampar, Jakarta Timur.
Hunian mentereng itu milik Luthfi Hasan Ishaaq, Presiden PKS yang meletakkan jabatan setelah dijebloskan tahanan Rutan TNI Guntur oleh KPK. Luthfi terjerat suap Rp 1 miliar di balik penetapan kebijakan impor daging sapi.

Luthfi yang tercatat sebagai anggota Komisi I DPR ditangkap, setelah KPK menyergap orang kepercayaan Luthfi, Achmad Fathanah dan Maharani Suciyono di Hotel Le Meridian, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2013) malam.

Luthfi dan Fathanah dijerat Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 5 Ayat (1) atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Sang pemberi suap, direktur PT Indoguna Utama (IU), Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi juga dijebloskan tahanan.
Sedangkan Rani, panggilan akrab Maharani, dipulangkan setelah diinterogasi KPK. Di tas mahasiswi cantik itu ditemukan uang Rp 10 juta yang diduga bagian barang bukti suap Rp 1 miliar yang dibawa Fathanah.

Ketika Tribun bertandang ke rumah Rani kompleks SD, RT 03 RW 09 kawasan Batu Ampar, Jakarta Timur, Sabtu (2/2/2013), Rani tinggal bersama sang ibunda, Engkun Kuniarsih (51) dan kakaknya, Anggi Kumatiyono Pratama (22).

Ketua RT 03, Sarmadi mengungkapkan, keluarga Rani menempati rumah itu sejak 10 tahun lalu. Namun, Rani dan keluarganya tak mempunyai KTP setempat. Sarmadi mengaku belum melakukan pendataan, ataupun minta keluarga Rani melapor.

Sejak Rani tinggal di rumah itu, ibunda Rani tak bersama lagi dengan suaminya, Nyocky S. Saat itu, Rani masih duduk di bangku kelas 3 SD. Saat Tribun berkunjung, Rani tak ada di rumah. Demikian pula ibu dan kakaknya. Rumah sangat sederhana itu sunyi.

"Rani sama keluarganya cuma tinggal saja di rumah dinas guru itu. Mereka bukan warga saya. Tadinya dia pakai alamat di Inerbang Batu Ampar RT 10 RW 3, rumah saudaranya. Jadi, dia tetap pakai KTP lama. Makanya saya waktu ditanya-tanya nama Maharani, nggak kenal," tutur Sarmadi.

"Tapi, setelah saya cek-cek, ternyata ada nama Maharani Suciyono di DPT (Daftar Pemilih Tetap)," jelasnya. Yang mengejutkan, rumah Rani, tak jauh dari rumah elite Luthfi, sang petinggi PKS.

Rumah mewah Luthfi berada dalam deretan enam rumah cluster lainnya di komplek perumahan khusus petinggi PKS. Semua rumah sekomplek itu hanya bernomor satu, yakni 16 di RT dan RW yang sama dengan rumah Rani.

Halaman
123
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Ade Mayasanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help