Presiden PKS Terlibat Suap

Rumah Luthfi-Rani Satu RT

RUMAH mewah tampak sunyi di sudut kompleks perumahan khusus, cluster di wilayah RT 03 RW 09 Batu Ampar, Jakarta Timur.

Rumah Luthfi-Rani Satu RT
TRIBUNNEWS/Abdul Qodir
Tampak depan rumah milik mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq, di komplek perumahan petinggi PKS di kawasan Batu Ampar, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (2/2/2013). Tribunnews.com/Abdul Qodir

Rumah Luthfi hanya berjarak sekitar 100 meter dari rumah Rani. Bahkan, dekat rumah Luthfi ada jalan tembus menuju jalan utama di belakang komplek perumahan petinggi PKS itu.

Namun, posisi rumah keduanya saling bersinggungan, dipisahkan sekitar lima rumah dan bangunan sekolah.

Tak Pernah Lapor
Sarmadi mengisahkan, komplek perumahan petinggi PKS itu dibangun di atas lahan sekitar 4.000 meter persegi, sejak setahun lalu. Beberapa rumah mulai dihuni Ramadan lalu.

"Di situ ada enam rumah. Rumahnya Pak Luthfi itu yang paling pojok, keenam. Saya tahu, karena waktu itu pernah ada anggota Ormas yang minta uang iuran ke situ. Lalu, si Satpam kompleknya lapor saya," tuturnya.

"Satpamnya bilang, Pak ada orang minta uang ke dalam, kan ini rumahnya Presiden PKS, Pak Luthfi. Ya, saya biarin saja. Habis dia saja di wilayah sini, nggak pernah koordinasi, apalagi lapor RT/RW," tegas Sarmadi.

Tak hanya Luthfi, keluarga Rani juga tak pernah lapor ke RT. Ketika perumahan mewah itu dibangun, tak satupun petinggi PKS lapor.

"Tadinya tanah itu punya Pak Tanu Margono, orang sini juga. Dia pensiunan Kopassus. Istrinya Pak Tanu itu kakaknya Pak Agum Gumelar. Kalau rumahnya Pak Tanu, ya itu pas di depan rumah Pak Luthfi. Saya nggak tahu berapa harga jual belinya, karena saya nggak dilibatkan," jelasnya.

"Tadinya Pak Tanu bilang, kalau tanahnya mau dibeli sama teman saya, orang DPR," tutur Sarmadi, mengutip keterangan Tanu.

Sarmadi mengaku bingung, karena dua orang yang sedang jadi sorotan publik berada di wilayahnya. "Mungkin ini kebetulan saja, keduanya tinggal di wilayah RT saya," katanya.

Saat Tribun mendatangi pos jaga komplek PKS, dua Satpam menolak menyebutkan nama para penghuni rumah. "Saya nggak tahu. Saya baru ganti shift. Kalau mau ambil gambar di luar gerbang saja," saran Satpam.

Halaman
123
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Ade Mayasanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help