• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 30 Agustus 2014
Tribunnews.com

Uang Kuliah Tunggal? Apa Itu?

Senin, 4 Februari 2013 06:37 WIB
Uang Kuliah Tunggal? Apa Itu?
Theresia Felisiani/Tribunnews.com
ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Sejumlah perguruan tinggi negeri mulai tahun ajaran baru 2013/204 siap menerapkan uang kuliah tunggal. Mahasiswa hanya akan dikenai SPP yang dibayar tiap semester.

Universitas Indonesia, misalnya, bakal menghapus uang pangkal yang besarnya hingga puluhan juta rupiah. Mahasiswa akan dipungut biaya operasional pendidikan berkeadilan (BOP-B) sebesar Rp 100.000 hingga maksimal Rp 7,5 juta per semester.

Penerapan UKT tersebut sejalan dengan kebijakan Kemendikbud mengucurkan dana bantuan operasional perguruan tinggi negeri (BOPTN)  atau semacam dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk pendidikan dasar, yang dihitung berdasarkan jumlah mahasiswa.

BOPTN merupakan bantuan operasional dari Kemendikbud bagi PTN untuk mendorong peningkatan kualitas PTN.

Faldo Maldini, Mantan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI, di Jakarta, Minggu (3/2/2013), mengatakan pemberlakukan UKT jangan justru membuat biaya kuliah per semester jadi meningkat. Seperti di UI, uang pangkal mahasiswa baru bisa berkisar Rp 0 - Rp 25 juta. Adapun biaya kuliah per semester berkisar Rp 100.000 - Rp 7,5 juta.

"Kami belum mengkaji lebih jauh soal besarnya UKT, apa memang lebih meringankan beban masyarakat. Tetapi keluhan dari mahasiswa PTN lain, uang pangkal dihapus, tetapi biaya UKT per semesternya dinaikkan. Hal ini memang perlu dicermati lagi," ujar Faldo.

Menurut Faldo, pembayaran uang kuliah di UI selama ini berdasarkan kemampuan finansial orang tua/wali mahasiswa. Pihak kampus juga memiliki kebijakan untuk memberikan keringanna biaya kuliah jika mahasiswa merasa biaya yang dipatok kampus memberatkan.

Aris Winarto, Presiden BEM Universitas Negeri Surabaya, mengatakan rencana pemberlakuan UKT belum disosialisasikan ke mahasiswa. "Apapun kebijakan pemerintah dan kampus, yang penting ada jaminan bahwa biaya kuliat tidak memberatkan. Untuk mahasiswa miskin harus ada jaminan tidak terhambat kuliah karena masalah finansial," ujar Aris.

Menurut Aris, di Universitas Negeri Surabaya menerapakan uang pangkal dan SPP yang berbeda untuk mahasiswa yang masuk lewat jalur seleksi nasional dan mandiri. Mahasiswa reguler dikenai biayai kuliah per semester berkisar Rp 1 juta - Rp 1,5 juta. Adapun uang pangkal berkisar Rp 5 juta.

Mahasiswa yang masuk lewat jalur mandiri, biaya kuliah per semeseter lebih tinggi  sekitar Rp 200.000 - Rp 250.000, tergantung jurusan. Adapun uang pangkal bisa mencapai Rp 9 juta.

Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1401251 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas