• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 23 Agustus 2014
Tribunnews.com

Korban Bupati Wajo Mengadu ke Komnas HAM

Minggu, 10 Februari 2013 17:22 WIB
Korban Bupati Wajo Mengadu ke Komnas HAM
Kompas.com
Bupati Wajo Sulawesi Selatan Andi Burhanuddin Unru membantah tuduhan bahwa dirinya melakukan penganiayaan serta penculikan terhadap enam warga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ratusan orang mengancam akan mengadu ke Komnas HAM dan Mabes Polri terkait dugaan penganiayaan oleh Bupati Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan Andi Burhanuddin Unru terhadap enam warganya. Mereka datang untuk memperjuangkan nasib keluarganya yang diperlakukan tidak manusiawi oleh Andi Burhanuddin.

Andi bahkan menuduh warga yang disekap adalah teroris yang dikirim oleh calon gubernur IA, yang menurutnya akan membunuh Wajo dengan menggunakan bom.

"Kami mau proses ini dilakukan dipercepat. Jangan seolah-olah di main-mainkan apa lagi diproses dengan lambat. Karena ini menyangkut kepastian mereka yang kini jadi tidak betah bahkan dikampungnya sendiri. Mereka menjadi korban fitnah," tegas Jalaludin Akbar kuasa hukum seluruh korban di Galeri Cafe, Jakarta Pusat, Minggu (10/2/2013).

Menurut Akbar, besok dirinya bersama enam korban diantaranya Muhammad Azis, Dakirwan, Nurfahmi (istri Akhiruddin), H Dg Tapalang dan Asriadi akan memberikan testimoni dan laporan ke Mabes Polri.

"Polres Wajo itu kebanyakan tidak taunya. Bahkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kami tidak dibaca. Seolah mereka sekongkol dengan Bupati Wajo," tegasnya.

Sebelumnya, Bupati Wajo, diduga menganiaya warganya sendiri. Andi Burhanuddin Unru dilaporkan ke polisi setempat, Rabu (23/01/2013). Burhanuddin diduga memukul dan menculik enam pria dalam perkara yang berkaitan dengan Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan.

Informasi yang dihimpun, peristiwa ini bermula pada Senin (21/10 sekitar pukul 03.00 Wita, enam orang warga yautu Syamsul Bahri, Masrisal, Khairuddin, Dakirwan, Muhammad Asis dan Asriyadi sedang berada di rumah milik Khairuddin di Kelurahan Doping, Kecamatan Penrang, Kabupaten Wajo.

Tiba-tiba mereka didatangi rombongan Bupati Wajo yang menumpangi mobil dan langsung menanyakan perihal kedatangan mereka di tempat tersebut, pasalnya sebagian dari korban merupakan warga Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara.

"Kita cuma duduk di dalam rumah dan tidak ada pemberian uang karena memang kita datang ke sini hanya mengajak keluarga dekat untuk memilih salah satu pangan gubernur, dan tidak ada sama sekali pemberian uang," ungkap Dakirwan, salah seorang korban.

Lantaran tak menemukan barang bukti berupa uang dan atribut salah satu pasangan gubernur, salah seorang warga bernama Khairuddin langsung mendapatkan bogem mentah dari Bupati.

Selanjutnya, Khairuddin dan teman-temannya diseret dengan kedua tangannya terikat masuk ke mobil rombongan bupati. Kemudian mereka dibawa ke kantor Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Golkar. Di kantor inilah bupati dan sejumlah orang yang ikut dalam rombongan menganiaya enam pria tersebut.

"Saya dipukul dua kali, pertamanya saya tidak kenal orangnya. Tapi setelah saya lihat baik-baik ternyata pak bupati yang pukul saya," beber Khairuddin saat dihubungi.

Pada pagi harinya, sejumlah keluarga korban yang menduga bahwa kerabatnya telah ditangkap polisi atau Panitia pengawas Pemilu (Panwas) mendatangi Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Wajo, namun keenam korban tidak berada di polres.

"Saya sudah datangi kantor polisi sama kantor Panwas, tapi tidak ada yang tahu dan tidak ada juga laporan yang masuk, makanya saya laporkan penculikan," kata Rahman, salah seorang kerabat Khairuddin.

Sementara itu, pihak kepolisian yang dikonfirmasi terkait peristiwa ini membenarkan adanya enam orang yang diculik oleh rombongan bupati, dan tiga diantaranya telah resmi melaporkan bupati atas dugaan penyaniayaan.

"Keenamnya diamankan rombongan bupati karena diduga berpoltik uang dalam Pilgub kemarin, dan para korbannya telah resmi melaporkan bupati dan telah menjani visum. Tapi kami masih melakukan penyelidikan apakah betul pelakunya bupati atau bukan," kata Kepala Kepolisian Resor Wajo AKBP Masrur.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: sanusi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1425401 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas