• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Tribunnews.com

Aktivis 98 Diprediksi akan Ramaikan Bursa Caleg Tahun 2014

Selasa, 12 Februari 2013 13:13 WIB
Aktivis 98 Diprediksi akan Ramaikan Bursa Caleg Tahun 2014
pdiperjuangan-jatim.org
Masinton Pasaribu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah aktivis '98 garis keras dikabarkan akan meramaikan bursa pencalonan pemilihan legislatif pada 2014 mendatang.

Beberapa nama yang muncul ke permukaan diantaranya yakni Ahdian Napitupulu yang dikenal sebagai mantan pendiri organisasi mahasiswa Forum Kota (Forkot), kemudian Masinton Pasaribu (eks FPPI), Budi Ari Setiadi (KB UI), Wanto Sugito (eks Jarkot) dan Jati (PRD).

Menanggapi fenomena itu, pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute, Gun Gun Heryanto mengatakan hal ini adalah fenomena yang wajar.

Menurutnya dalam perpolitikan Indonesia terdapat lima cluster utama yang hampir mendominasi setiap partai politik.

"Cluster yang pertama adalah aktivis yang punya aviliasi dengan partai, atau mereka dulunya adalah aktor di lapangan," kata Gun Gun di Jakarta, Selasa (12/2/2013)

Cluster selanjutnya, terang Gun Gun adalah kalangan birokrat, pejabat tinggi militer, tokoh sosial tradisional seperti ulama dan tokoh masyarakat, dan yang terakhir adalah kelompok pengusaha.

Mengenai pilihan partai nampaknya para aktivis garis keras yang dulunya berhasil menumbangkan rezim Orde Baru akan ikut pertarungan legislatif melalui PDI Perjuangan.

Terkait hal itu, Gun Gun menilai bahwa dipilihnya partai pimpinan Megawati Soekarno Putri itu sebagai kendaraan politik, lebih dikarenakan adanya kesamaan ideologi dari setiap individu para aktivis, terlebih bagi aktivis yang dikenal garis keras.

"Ada semacam artikulasi ideologi (ketika aktivis memilih PDIP). Tapi juga ada proses yang sangat panjang sebelum mereka menentukan pilihan. Tapi pertimbangan partai untuk menerima mereka juga bisa karena pertimbangan suara, dimana aktifis memiliki kemampuan dan mungkin juga memiliki basis dikelompok masyarakat," ujarnya.

Namun, Gun Gun menggaris bawahi bahwa tidak setiap aktivis akan menjatuhkan pilihannya pada PDIP. Ada juga aktivis yang memilih partai lain, ini disebabkan adanya politik aliran atau platform dari individu aktivis tersebut.

Selain itu, Gun Gun juga mengakui jika aktivis '98 yang saat ini sudah duduk di Senayan ternyata tidak banyak memberikan kontribusi, seperti cita-cita Reformasi yang mereka dengungkan dulu.

Selain faktor pragmatis, kata Gun Gun sistem partai yang tidak sehat juga menjadi penyebab para aktivis harus kehilangan ruh perjuangannya.

"Tidak hanya di '98, tapi hampir di seluruh periode perubahan sosial (seperti '66) ketika aktivis berintegrasi dalam kekuasaan itu selalu gagal. Kesalahan bukan hanya ada di faktor aktifisnya, tapi salah satunya adalah tradisi partai yang feodal,"imbuhnya.

Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Willy Widianto
0 KOMENTAR
1432572 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas