• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Tribunnews.com

Demokrat Siapkan Opsi Kongres Luar Biasa

Rabu, 13 Februari 2013 14:36 WIB
Demokrat Siapkan Opsi Kongres Luar Biasa
TRIBUNNEWS.COM
Hayono Isman

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Demokrat terus melakukan pembenahan internal menuju 2014. Sebab, sejumlah survei menunjukkan elektabilitas partai berlambang bintang mercy itu terpuruk.

Menghadapi kenyataan tersebut, Ketua Majelis Tinggi Demokrat mengambil alih nahkoda Demokrat untuk menyelamatkan partai.

"Sehingga mohon dipahami, PD alami krisis kepercayaan. Maka mari dukung Ketua Wanbin melalui majelis tinggi untuk atasi krisis," ujar Anggota Dewan Pembina Demokrat Hayono Isman di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (13/2/2013).

Akibat keterpurukan elektabilitas, sempat menguat wacana agar Demokrat menggelar Kongres Luar Biasa (KLB). Hal itu dikarenakan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum disebut-sebut terlibat dalam kasus korupsi yang ditangani KPK.

"Anas belum jadi tersangka, tapi persepsi publik mengatakan, Anas sudah bersalah dan ini akibat utama turunnya elektabilitas Partai Demokrat, isu korupsi melingkari Anas," katanya.

Mengenai wacana KLB, Hayono mengatakan Demokrat sedang menunggu kepastian hukum status Anas Urbaningrum. "KLB perlu dipersiapkan. Saat ini majelis tinggi sifatnya standar dalam menjalankan kewenangan ketum," tuturnya.

Sehingga, kata Mantan Menpora itu, diperlukan langkah organisasi sesuai dengan AD/ART Demokrat untuk melakukan konsolidasi partai secara benar.

Namun, bila KPK menetapkan Anas sebagai tersangka, Hayono mengatakan secara otomatis mundur sebagai pengurus partai.

"Kalau ternyata bukan itu yang jadi kenyataan karena butuh proses panjang oleh KPK, maka perlu pertimbangkan KLB. Yang bisa turunkan ketum dan wanbin hanya dua, tersangka atau KLB," katanya.

Hayono mengatakan KLB tidak mustahil dilakukan karena sesuai dengan amanah AD/ART. "Tapi kalau dilaksanakan sekarang, tidak tepat dan bijak," imbuhnya.

Lalu kapan idealnya KLB dilaksanakan?

"Tergantung situasi, bisa saja ada dua pilihan, majelis tinggi partai dapat melalui semacam rapim dengan ketua DPD dan berbagai unsur di PD untuk bentuk karataker, bisa juga melalui KLB sekaligus konsolidasi partai. Pilihan mana yang diambil, tergantung kebutuhan," ungkap Anggota Komisi I itu.

Klik:

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
1 KOMENTAR
1437631 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Ling Mustika-Rabu, 13 Februari 2013 Laporkan
    berita seperti ini menimbulkan konflik internal yang bisa membesar, seharusnya tidak usah terlalu diributkan, biarlah demokrat yang urus
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas