• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 Juli 2014
Tribunnews.com

Diduga Berpoligami, Jenderal Djoko Perburuk Citra Polri

Kamis, 14 Februari 2013 10:20 WIB
Diduga Berpoligami, Jenderal Djoko Perburuk Citra Polri
KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Dipta Anindita, kerabat dekat tersangka Djoko Suslio memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu (13/2/2013). Ia diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan simulator SIM dengan tersangka Djoko Susilo. KOMPAS/LUCKY PRANSISKA

Tribunnws.com, Jakarta - Tersangka kasus dugaan korupsi simulator SIM di Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Djoko Susilo dapat memperburuk citra Polri setelah dikabarkan berpoligami.. Sebagai jenderal bintang dua, ia pun telah merusak wibawanya sebagai atasan.

"Secara personal, tersangka Djoko Susilo telah mencederai citra Polri dan merusak wibawa atasan. Seorang jenderal polisi seharusnya memberikan ketauladan yang baik agar disegani dan ditiru bawahan," ujar pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar di Jakarta, Kamis (14/2/2013).

Hal ini menunjukkan, pengawasan maupun pembinaan di Korps Bhayangkara itu lemah. Tak menutup kemungkinan, oknum polisi lain melakukan hal serupa.

"Secara organisasi, ada kelemahan dalam pembinaan personel atau pengawasan di lingkungan Polri. Bisa jadi tindakan serupa tidak hanya dilakukan oleh Djoko saja, tetapi mungkin ada petinggi-petinggi atau anggota polisi lainnya, terutama yang berlimpah harta," terangnya.

Bambang mengatakan, masyarakat dapat ikut andil melaporkan oknum polisi yang menikah tanpa seizin istri pertama. Jika hal itu benar dilakukan Djoko, maka Kapolri Jenderal Timur Pradopo harus menindak tegas. "Adanya penyimpangan tersebut, Kapolri harus mengambil tindakan tegas terhadap mereka yang melanggar," ujarnya.

Pada Rabu (13/2/2013), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Dipta Aninditakarena dianggap tahu seputar aset yang dimiliki Djoko. KPK juga menyelidiki kedekatan Djoko dengan Dipta.

Hasilnya, KPK telah menyita dokumen surat nikah keduanya. Namun, ada yang aneh dalam data di surat nikah tersebut. Nama Djoko ditulis tanpa huruf ’d’ menjadi Joko. Selain itu, tahun lahir Joko ini pun tertulis 1970. Padahal, Djoko lahir tahun 1960.

Tak kurang akal, KPK coba mengonfirmasi soal kebenaran pernikahan Dipta ini kepada orangtuanya. Namun, saat dimintai keterangan, orangtua Dipta menjelaskan bahwa suami anaknya seorang lelaki etnis Tionghoa yang memang bernama Joko. Hingga akhirnya KPK menemukan dokumen surat nikah Dipta dengan Joko. Foto suami Dipta dalam surat nikah tersebut mirip dengan wajah Jenderal Djoko.

Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
2 KOMENTAR
1440702 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • oneng-Kamis, 14 Februari 2013 Laporkan
    Poligami bukan suatu aib bapak...melainkan
    suatu kehormatan dan kebanggaan seorang
    pria. Mereka yang berselingkuh dan berzina
    itulah seburuk2nya kelakuan
  • seno-Kamis, 14 Februari 2013 Laporkan
    Waaaaah....pemalsuan identitas tuuh...!
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas